Selasa, 7 Juli 2026

Defisit APBN 2026 Diproyeksi 2,85 Persen PDB, Masih di Bawah Batas 3 Persen

Laporan oleh Lea Citra Santi Baneza
Bagikan
Purbaya Yudhi Sadewa Menteri Keuangan (Menkeu). Foto: Humas Kemenkeu

“Outlook belanja negara diproyeksikan sebesar Rp3.942,4 triliun atau mencapai 102,6 persen dibandingkan Pagu APBN dan tumbuh 14,8 persen. Outlook belanja terdiri dari satu belanja pemerintah pusat sebesar Rp3.245,5 triliun tumbuh 25,5 persen year on year, dan transfer ke daerah sebesar Rp696,9 T atau mencapai 100,6 persen dibanding Pagu APBN sebesar Rp693 T,” jelasnya.

Belanja tersebut telah memperhitungkan tambahan anggaran sekitar Rp132 triliun untuk pembayaran subsidi dan kompensasi, serta dukungan terhadap berbagai program prioritas nasional, penanganan bencana, dan tambahan dana otonomi khusus.

Menurut Purbaya, pemerintah akan tetap menjaga disiplin fiskal di tengah ketidakpastian ekonomi global dengan memastikan defisit APBN tidak melampaui batas yang telah ditetapkan.

“APBN dijaga tetap sehat dan berkesinambungan dengan defisit terkendali dalam batas aman sebesar 2,85 persen PDB atau bahkan lebih rendah,” ujarnya.

Ia menambahkan APBN akan terus difungsikan sebagai shock absorber untuk menjaga stabilitas ekonomi, melindungi daya beli masyarakat, sekaligus mendorong pertumbuhan ekonomi nasional.

“Kita lihatkan shock absorber pada waktu harga minyak dunia tinggi, kita tidak naikkan harga BBM bersubsidi. Sebagian mengkritik kebijakan tersebut. Tapi untuk kami, untuk pemerintah, untuk kita semua itu bagus untuk menjaga stabilitas sehingga kita masih bisa tumbuh terus ekonominya,” pungkasnya. (lea/saf/ipg)

Soerabaja10k
Berita Terkait


Potret NetterSelengkapnya

Sepeda Motor Terbakar di Genteng Besar

Pelangi di Ujung Pagi Surabaya

Mobil Masuk Saluran Air

Perjalanan Menuju Arafah

Surabaya
Selasa, 7 Juli 2026
27o
Kurs