“Soalnya bukan hanya penting siapa yang menjadi Gubernur BI. Tapi bagaimana sebenarnya sistem ekonomi Indonesia secara struktural, fundamental, dan fungsional,” katanya.
Ichsanuddin bahkan menilai persoalan tersebut telah berlangsung dalam rentang sejarah yang panjang. Berdasarkan data yang diklaim dimilikinya sejak 1964 hingga sekarang, ia berpendapat kebijakan fiskal dan moneter Indonesia masih menghadapi ketergantungan yang kuat terhadap sistem ekonomi global.
“Data yang saya miliki sejak 1964 hingga saat ini, sebagaimana tersaji dalam materi presentasi dan buku-buku saya membuktikan, dalam aspek fiskal dan moneter, Indonesia masih terjajah,” tegasnya.
Ia menyebut peringatan 81 tahun kemerdekaan Indonesia semestinya menjadi momentum untuk mengevaluasi kembali fondasi ekonomi nasional, bukan hanya mengganti figur pada posisi strategis.
“Maka terbitlah kajian saya, siapapun Presidennya, siapapun Menkeunya dan siapapun Gubernur BI, ekonomi politik Indonesia tetap tertindas,” ujar Ichsanuddin.

NOW ON AIR SSFM 100

