Rivqy Abdul Halim Anggota Komisi VI DPR RI meminta pemerintah untuk mengkaji rencana impor 30 juta barel minyak mentah (crude) dari Uni Emirat Arab (UEA).
Rivqy menyampaikan hal itu setelah Djoko Siswanto Kepala Satuan Kerja Khusus Pelaksana Kegiatan Usaha Hulu Minyak dan Gas Bumi (SKK Migas) mengungkapkan Indonesia akan mendapatkan pasokan minyak mentah hingga 30 juta barel dari UEA.
“Itu patut kita sambut positif. Namun, pemerintah, khususnya SKK Migas dan kementerian terkait, harus cermat,” kata Rivqy dalam keterangan di Jakarta, Kamis (29/10/2026), dilansir Antara.
Lebih lanjut, ia meminta pemerintah untuk mengkaji mekanisme dan konsekuensi dari impor tersebut.
Selain itu, ia menambahkan agar pemerintah juga memastikan kualitas minyak, kapasitas pengolahan di dalam negeri, hingga pemanfaatannya.
NOW ON AIR SSFM 100

