Meski demikian, masih terdapat disparitas harga di sejumlah daerah. Di Sumatera Selatan, harga ayam broiler tercatat masih sekitar Rp18.125 per kg berat hidup. Sebaliknya, di Riau harga telah mencapai Rp25.600 per kg atau melampaui HAP tingkat produsen yang ditetapkan sebesar Rp25.000 per kg.
Sementara itu, rata-rata harga telur ayam ras nasional pada 14 Juli tercatat Rp22.644 per kg, naik 0,66 persen dibandingkan sepekan sebelumnya yang berada di angka Rp22.495 per kg.
Harga telur terendah tercatat di Provinsi Banten sebesar Rp20.300 per kg, sedangkan harga tertinggi berada di Sulawesi Utara yang mencapai Rp28.200 per kg. Adapun HAP telur ayam ras di tingkat peternak ditetapkan sebesar Rp26.500 per kg.
“Sekarang untuk petelur sudah mulai antara Rp20.000 sampai Rp21.000 per kg, sudah mulai naik perlahan. Kita lihat nanti ke depannya karena akan naik terus nih. Tapi tolong biarkan dulu peternak kita menikmati, sehingga mencapai harga acuan yang kita tetapkan,” ujar Ketut.
Ia menjelaskan, sebelumnya harga ayam dan telur sempat tertekan akibat menurunnya permintaan masyarakat, terutama selama bulan Suro ketika aktivitas hajatan dan pesta pernikahan berkurang.

NOW ON AIR SSFM 100

