“Sebenarnya bulan Suro itu juga pengaruh besar karena bulan kemarin itu relatif bulan Suro, sehingga acara-acara mantenan dan lain sebagainya kan terhenti, sehingga permintaan terkait dengan ayam itu relatif menurun, sehingga harga terkoreksi,” jelasnya.
Namun, Ketut optimistis harga akan terus membaik setelah Program MBG kembali berjalan bersamaan dengan berakhirnya bulan Suro.
“Tapi sekali lagi dengan mulainya MBG, kemudian melewati bulan Suro, ini krusial banget. Nah kalau ini sudah dilewati, tentu harga akan mulai terkoreksi positif bagi peternak kita,” tambahnya.
Sebelumnya, Andi Amran Sulaiman Kepala Bapanas sekaligus Menteri Pertanian memastikan hasil produksi peternak unggas lokal akan terus diserap melalui Program MBG yang dijalankan bersama Badan Gizi Nasional (BGN).
Selain itu, pemerintah bersama Satgas Pangan Polri juga akan terus mengawasi pelaksanaan Harga Acuan Pembelian (HAP) di berbagai daerah agar harga di tingkat peternak tetap terjaga.
Amran mengungkapkan dirinya telah berkoordinasi dengan Kepala BGN Nanik Sudaryati Deyang, yang berkomitmen menjaga penyerapan telur hasil peternak untuk memenuhi kebutuhan Program MBG. Langkah tersebut diharapkan mampu mempercepat pemulihan harga sekaligus meningkatkan kesejahteraan peternak unggas di dalam negeri. (ant/bil/ipg)

NOW ON AIR SSFM 100

