Bambang mencontohkan, sejumlah institusi besar dunia yang menerapkan sistem koperasi secara modern, termasuk klub sepak bola Real Madrid, Barcelona, dan Bayern Munchen, serta Rabobank di Belanda.
“Kami sangat meyakini koperasi akan bangkit kembali memimpin pasar di era kepemimpinan Bapak Presiden,” katanya.
Sementara itu, Gilang Widya Sekjen DEKOPIN sekaligus Ketua Pelaksana Puncak Harkopnas ke-79 menambahkan, keberhasilan penyelenggaraan Harkopnas merupakan hasil sinergi antara DEKOPIN, Kementerian Koperasi, serta berbagai pemangku kepentingan.
Menurut Gilang, transformasi koperasi ke depan harus melibatkan generasi muda melalui pendekatan digital dan model bisnis yang adaptif terhadap perkembangan zaman.
Komitmen tersebut diwujudkan melalui kehadiran booth Koperasi Gen Z yang menampilkan berbagai inovasi bisnis berbasis teknologi hasil karya anak muda. Langkah itu diharapkan mampu mengubah persepsi bahwa koperasi merupakan wadah ekonomi yang modern, kolaboratif, dan memiliki daya saing global.

NOW ON AIR SSFM 100

