Menurutnya penguatan rupiah pada masa pemerintahan tertentu tetap memiliki konsekuensi atau trade off sehingga tidak bisa hanya dilihat dari pergerakan kurs dalam periode singkat.
“Di long run depreciation atau depresiasi jangka panjang kita menyaksikan satu rupiah satu dolar mulai dari Rp8.600 sampai akhirnya sekarang bergerak Rp17.800-an. Artinya sesungguhnya dalam jangka panjang rupiah selalu melemah” kata Ichsanuddin kepada suarasurabaya.net, Kamis (17/9/2026).
Ichsanuddin menilai perubahan rezim nilai tukar menjadi salah satu faktor penting. Ia menyebut sejak 1997 rupiah menggunakan sistem mengambang bebas atau free floating.
Karena itu menurut dia persoalan penguatan rupiah tidak cukup diselesaikan dengan mengganti figur yang berada di kursi Menteri Keuangan.
“Baik Destry Damayanti baik Perry Warjiyo atau siapapun Gubernur Bank Indonesia dan sekarang siapapun menteri keuangannya dia tidak akan memberi pengaruh pada kekuatan rupiah kecuali diubah sistemnya” ujarnya.

NOW ON AIR SSFM 100

