Di sisi lain Ichsanuddin menyoroti proses pergantian Purbaya Yudhi Sadewa. Ia menilai pelepasan Purbaya dari jabatan Menteri Keuangan tidak menunjukkan proses yang ideal dari sisi etika politik.
Ia menyoroti momentum ketika Purbaya disebut masih berada di DPD RI untuk menjelaskan sejumlah kebijakan keuangan negara ketika pergantian tersebut terjadi.
Menurut Ichsanuddin, Purbaya sebelumnya tengah mengungkap persoalan sekitar 40 perusahaan asal China yang disebut menggunakan praktik cash basis. Praktik tersebut menurut penjelasan Purbaya berpotensi menyebabkan negara kehilangan penerimaan pajak dengan nilai sekitar Rp200 miliar hingga Rp1 triliun untuk setiap perusahaan.
Ichsanuddin menilai kebijakan Purbaya juga telah menimbulkan resistensi di lingkungan Kementerian Keuangan. Terlebih setelah adanya restrukturisasi pada level eselon II.
Ia menduga dinamika tersebut menunjukkan adanya tarik-menarik kepentingan di internal kementerian maupun di lingkungan politik dan bisnis.

NOW ON AIR SSFM 100

