“Penurunan harga minyak yang lebih rendah membantu meredakan tekanan inflasi,” ujarnya.
Data satelit, lanjut Nico, menunjukkan peningkatan muatan minyak Arab Saudi di kawasan Teluk Persia. Kondisi tersebut mengindikasikan aktivitas ekspor mulai bergeser kembali melalui Selat Hormuz, di tengah perkembangan operasional jalur pipa Timur-Barat.
“Tentunya ini sebuah harapan kemajuan diplomatik untuk mengakhiri konflik di Timur Tengah,” kata Nico.
Investor juga mencermati agenda Presiden Amerika Serikat Donald Trump di Sidang Majelis Umum Perserikatan Bangsa-Bangsa (PBB) di New York. Pelaku pasar turut memperhatikan kemungkinan pertemuan Trump dengan Presiden Iran Masoud Pezeshkian di sela agenda tersebut.
Dari dalam negeri, perhatian investor tertuju pada keputusan kebijakan moneter Bank Indonesia (BI). Rapat Dewan Gubernur (RDG) BI dijadwalkan berlangsung pada 22-23 September 2026. Jadwal tersebut tercantum dalam kalender resmi Bank Indonesia.

NOW ON AIR SSFM 100

