Senin, 20 April 2026

IHSG Ditutup Melemah 0,52 Persen, Investor Wait and See Jelang RDG BI

Laporan oleh Muhammad Syafaruddin
Bagikan
Ilustrasi - Pekerja memperlihatkan pergerakan Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) melalui gawainya di Jakarta. Foto: Antara

Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) Bursa Efek Indonesia (BEI) pada perdagangan Senin (20/4/2026), ditutup melemah di tengah aksi ambil untung (profit taking) pelaku pasar serta sikap hati-hati menjelang Rapat Dewan Gubernur (RDG) Bank Indonesia (BI) yang digelar pekan ini.

IHSG terkoreksi 39,89 poin atau 0,52 persen ke level 7.594,11. Sementara itu, indeks LQ45 yang berisi 45 saham unggulan juga melemah 3,02 poin atau 0,40 persen ke posisi 755,85.

“Dari dalam negeri, IHSG melemah karena aksi taking profit dan wait and see menjelang rilisnya tingkat suku bunga Bank Indonesia (BI) pada 22 April 2025,” ujar Maximilianus Nico Demus Associate Director of Research and Investment Pilarmas Investindo Sekuritas, Senin (20/4/2026), seperti dikutip dari Antara.

Dari dalam negeri, BI akan menggelar RDG pada 21–22 April 2026, setelah sebelumnya mempertahankan suku bunga acuan selama enam bulan berturut-turut hingga Maret lalu.

“Meskipun inflasi saat ini masih berada dalam target, risikonya cenderung meningkat, terutama akibat ketegangan geopolitik yang berpotensi mendorong inflasi inti,” ujar Nico.

Secara konsensus, BI diperkirakan masih akan menahan suku bunga di level 4,75 persen guna menjaga stabilitas nilai tukar serta inflasi yang relatif terkendali.

Dari sisi global, mayoritas bursa saham Asia menguat setelah China kembali mempertahankan suku bunga pinjaman utamanya di level terendah selama 11 bulan berturut-turut pada April 2026, sesuai ekspektasi pasar.

Namun, penguatan tersebut tertahan oleh penurunan tajam Futures saham Amerika Serikat (AS), menyusul langkah AS menyita kapal kargo Iran yang berusaha menembus blokade. Aksi tersebut memicu respons dari Teheran yang berjanji akan membalas sekaligus menutup peluang negosiasi lanjutan.

Pada awal perdagangan, IHSG sempat dibuka menguat, namun berbalik melemah dan masuk ke zona negatif hingga akhir sesi pertama. Tren pelemahan berlanjut pada sesi kedua hingga penutupan perdagangan.

Berdasarkan Indeks Sektoral IDX-IC, semua atau sebelas sektor melemah yaitu sektor properti turun paling dalam minus 1,86 persen, diikuti oleh sektor teknologi dan sektor energi yang masing-masing turun sebesar 1,62 persen dan 1,29 persen.

Di sisi lain, saham-saham yang mencatatkan kenaikan terbesar antara lainDEFI, LCKM, MDIA, KICI, dan BAPA. Sedangkan saham-saham yang mengalami pelemahan terbesar yakni MLPT, RISE, NIRO, RSCH dan TCPI.

Aktivitas perdagangan tercatat sebanyak 2.461.693 kali transaksi, dengan volume saham mencapai 40,83 miliar lembar dan nilai transaksi sebesar Rp17,21 triliun. Sebanyak 247 saham naik 424 saham menurun, dan 148 tidak bergerak nilainya.

Bursa saham regional Asia sore ini antara lain indeks Nikkei menguat 404,60 poin atau 0,69 persen ke posisi 58.880,50, indeks Hang Seng menguat 200,74 poin atau 0,77 persen ke posisi 26.361,07, indeks Shanghai menguat 30,70 poin atau 0,76 persen ke posisi 4.082,13, dan indeks Straits Times menguat 6,14 poin atau 0,12 persen ke 5.004,07. (ant/mar/saf/ipg)

Berita Terkait

Potret NetterSelengkapnya

Perbaikan Pipa PDAM Bocor di Jemursari

Kebakaran Rusunawa Sombo Surabaya

Kebakaran Rumah di Pengampon Surabaya

Surabaya
Senin, 20 April 2026
30o
Kurs