Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) Bursa Efek Indonesia (BEI) ditutup menguat 15,15 poin atau 0,22 persen ke posisi 6.971,95 pada Senin (4/5/2026) sore.
IHSG sempat menguat hingga menyentuh level 7.069 pada pembukaan. Namun pada sesi II, penguatan berkurang dan indeks cenderung bergerak dua arah (sideways).
Ratna Lim pakar pasar saham mengatakan, pelemahan tersebut dipicu koreksi saham GOTO setelah pemerintah melalui Peraturan Presiden Nomor 27 Tahun 2026 membatasi potongan aplikator maksimal delapan persen.
“Hal ini memicu kecemasan investor akan prospek fundamental saham GOTO karena dinilai kebijakan tersebut dapat menurunkan pendapatan dan marjin GOTO,” ujar Ratna yang dilansir Antara.
Sementara itu, Phillip Sekuritas Indonesia dalam kajiannya menyebutkan indeks saham di Asia pada Senin sore ditutup menguat.
Indeks MSCI Asia-Pasifik di luar Jepang naik hingga tiga persen, didorong oleh penguatan KOSPI sebesar 5,12 persen dan TAIEX 4,57 persen. Adapun pasar saham di daratan China dan Jepang tidak beroperasi karena hari libur.
Penguatan tersebut antara lain ditopang reli saham-saham terkait kecerdasan buatan (Artificial Intelligence/AI) yang membantu indeks MSCI Asia-Pasifik di luar Jepang menghapus penurunan 13,5 persen pada Maret lalu akibat konflik AS dan Iran.
Tema AI kembali menjadi perhatian pasar setelah kesepakatan gencatan senjata antara AS dan Iran meredakan kekhawatiran investor. Asia dinilai menjadi pilar utama dalam pengembangan AI, didukung dominasi manufaktur semikonduktor dan meningkatnya kebutuhan infrastruktur data.
Beberapa perusahaan utama penyedia perangkat keras AI antara lain Taiwan Semiconductor Manufacturing Company (TSMC), Samsung Electronics, dan SK Hynix.
Di pasar komoditas, harga kontrak berjangka minyak mentah turun tipis setelah Presiden AS Donald Trump mengumumkan inisiatif Project Freedom untuk membantu kapal-kapal keluar dari Selat Hormuz.
Militer AS menyatakan inisiatif tersebut akan melibatkan kapal perusak berpeluru kendali, lebih dari 100 pesawat, serta 15.000 personel militer. Namun, Kementerian Pertahanan AS (Pentagon) belum memberikan rincian lebih lanjut terkait implementasinya.
Arah harga minyak masih menjadi ketidakpastian utama bagi perekonomian global di tengah konflik Iran. Pekan lalu, harga minyak mentah melonjak sekitar 8 persen akibat kekhawatiran terganggunya distribusi melalui Selat Hormuz.
Indikator aktivitas manufaktur di Asia juga menunjukkan adanya gangguan rantai pasok akibat konflik Timur Tengah.
“Data Manufacturing Purchasing Managers’ Index (PMI) yang dirilis oleh S&P Global menunjukkan bahwa meskipun bulan lalu produksi meningkat di negara-negara besar, hal itu sebagian didorong oleh kekhawatiran mengenai kekurangan pasokan bahan energi dan harga bahan energi yang lebih tinggi karena konflik di Timur Tengah menghambat arus perdagangan,” tulis Phillip Sekuritas Indonesia dalam kajiannya.
Sejak konflik dimulai pada akhir Februari lalu, harga energi dan komoditas lainnya meningkat, menekan biaya produksi dan sentimen pasar di kawasan Asia yang bergantung pada pasokan dari Timur Tengah.
Adapun dari penutupan perdagangan IHSG hari ini, frekuensi transaksi saham tercatat sebanyak 2.441.740 kali dengan volume perdagangan mencapai 60,30 miliar lembar saham senilai Rp21,12 triliun. Sebanyak 327 saham menguat, 357 saham melemah, dan 134 saham stagnan.
Secara sektoral, penguatan tertinggi terjadi pada sektor barang konsumen primer sebesar 2,53 persen, diikuti sektor barang konsumen nonprimer 1,53 persen, sektor infrastruktur 0,96 persen, dan sektor perindustrian 0,03 persen.
Sebaliknya, sektor kesehatan turun 1,63 persen, sektor teknologi 1,56 persen, sektor transportasi 1,52 persen, sektor energi 1,20 persen, sektor barang baku 0,69 persen, sektor keuangan 0,16 persen, serta sektor properti 0,01 persen. (ant/ily/saf/ipg)
NOW ON AIR SSFM 100

