Senin, 13 Juli 2026

IHSG Melemah ke 6.599, Investor Beralih ke Aset Defensif

Laporan oleh Muhammad Syafaruddin
Bagikan
Layar digital menampilkan pergerakan Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) di Bursa Efek Indonesia (BEI), Jakarta, Selasa (8/4/2025). Foto: Antara

Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) ditutup melemah pada perdagangan Senin (18/5/2026) sore, dipicu oleh sikap pelaku pasar yang beralih ke instrumen defensif atau aset yang lebih aman.

IHSG tercatat turun 124,08 poin atau 1,85 persen ke level 6.599,24. Sementara itu, indeks LQ45 yang berisi 45 saham unggulan juga terkoreksi 6,79 poin atau 1,03 persen ke posisi 651,09.

“Untuk pekan ini, IHSG masih berpotensi bergerak volatil dengan kecenderungan sideways melemah. Sentimen global masih akan sangat dominan, namun peluang technical rebound tetap terbuka apabila tekanan jual asing mulai mereda dan big caps perbankan kembali stabil,” ujar Reydi Octa pengamat pasar modal, Senin (18/5/2026).

Ia mengungkapkan bahwa kombinasi sentiman global dan domestik menjadi pemicu pelemahan IHSG. Pada sisi pelaku pasar global, sikap risk-off masih membayangi di tengah ketidakpastian arah suku bunga Amerika Serikat (AS), eskalasi konflik geopolitik, serta tekanan di emerging market.

Sedangkan dari sisi domestik, investor masih mencermati tekanan capital outflow, pelemahan rupiah, serta kekhawatiran terhadap likuiditas dan volatilitas saham-saham tertentu.

Menurutnya, investor asing masih cenderung bersikap defensif saat ini, telrebih pada saham-saham big caps yang sebelumnya menjadi penyangga indeks. Pihak asing terlihat masih berhati-hati sambil menunggu stabilitas pasar global dan kepastian arah kebijakan moneter.

“Sebagian dana saat ini mulai beralih ke instrumen yang lebih defensif seperti obligasi pemerintah, emas, dolar AS, hingga saham-saham defensif berbasis dividen dan komoditas. Investor cenderung mencari aset yang lebih aman,” ucap Reydi.

Dilansir dari Antara, Indeks Sektoral IDX-IC mencatat sebelas atau semua sektor melemah yaitu sektor transportasi & logistik turun paling dalam sebesar 5,58 persen, diikuti oleh sektor barang baku dan sektor industri yang turun masing-masing sebesar 5,30 persen dan 3,65 persen.

Adapula saham-saham yang menguat yaitu DYAN, BLUE, BPTR, SMKL dan GSMF. Sedangkan saham-saham yang mengalami pelemahan terbesar yakni DSSA, TPIA, APIC, KONI dan WBSA.

Frekuensi perdagangan saham tercatat sebanyak 2.570.311 kali transaksi dengan jumlah saham yang diperdagangkan sebanyak 32,02 miliar lembar saham senilai Rp20,71 triliun. Sebanyak 125 saham naik, 616 saham menurun, dan 79 tidak bergerak nilainya.

Bursa saham regional Asia sore ini antara lain Indeks Nikkei melemah 662,29 poin atau 1,08 persen ke 60.747,00, indeks Shanghai melemah 3,86 atau 0,09 persen ke 4.131,53, indeks Hang Seng melemah 287,55 poin atau 1,11 persen ke posisi 25.675,18, dan indeks Straits Times menguat 8,67 poin atau 0,17 persen ke posisi 4.997,75. (ant/vve/saf/iss)

Soerabaja10k
Berita Terkait


Potret NetterSelengkapnya

Sepeda Motor Terbakar di Genteng Besar

Pelangi di Ujung Pagi Surabaya

Mobil Masuk Saluran Air

Perjalanan Menuju Arafah

Surabaya
Senin, 13 Juli 2026
24o
Kurs