Selasa, 12 Mei 2026

Indonesia-Kazakhstan Aktifkan Lagi Kerja Sama Bilateral, Terakhir Tahun 2013

Laporan oleh Lea Citra Santi Baneza
Bagikan
Airlangga Hartarto Menteri Koordinator bidang Perekonomian dan Serik Zhumangarin Menteri Ekonomi Nasional Republik Kazakhstan pada Pertemuan Sidang Komisi Bersama (SKB) kedua RI-Kazakstan pada Senin (11/5/2026) di Astana, Kazakstan. Foto Humas Kemenko Perekonomian

Pemerintah Indonesia dan Kazakhstan kembali menggelar Pertemuan Sidang Komisi Bersama (SKB) Kedua RI-Kazakhstan di Astana, Kazakhstan, Senin (11/5/2026).

Pertemuan itu dipimpin Airlangga Hartanto Menteri Koordinator Bidang Perekonomian RI bersama Serik Zhumangarin Menteri Ekonomi Nasional Republik Kazakhstan. Keduanya mengaktifkan kembali mekanisme kerja sama bilateral yang terakhir kali diselenggarakan pada 2013.

Pertemuan ini berlangsung menjelang implementasi Indonesia–Eurasian Economic Union Free Trade Agreement atau Indonesia–EAEU FTA, yang telah ditandatangani pada 21 Desember 2025 dan saat ini masih dalam proses ratifikasi oleh kedua pihak.

Airlangga mengatakan, Indonesia dan Kazakhstan sama-sama memiliki p`ertumbuhan ekonomi yang tinggi. Kazakhstan juga dinilai sebagai mitra strategis Indonesia di kawasan Asia Tengah sekaligus pintu masuk menuju kawasan Eurasia.

“Dengan PDB mencapai sekitar USD 333,7 miliar dan pertumbuhan ekonomi sebesar 6,5 persen pada 2025, Kazakhstan menjadi ekonomi terbesar di Asia Tengah dengan daya beli masyarakat yang relatif tinggi. Indonesia dan Kazakhstan dapat bekerja sama dan bersama-sama memperluas pengaruh di kawasan,” kata Airlangga.

Melalui Indonesia–EAEU FTA, akses pasar bagi produk ekspor unggulan Indonesia ke kawasan Eurasia diharapkan menjadi lebih luas dan kompetitif.

Airlangga juga mendorong pembentukan Indonesia–EAEU Business Council untuk mendukung pemanfaatan FTA oleh pelaku usaha.

Sementara itu, Zhumangarin menyebut Indonesia sebagai mitra kunci Kazakhstan dalam mengembangkan kerja sama ekonomi dan politik di Asia Tenggara. Pemerintah Kazakhstan juga menyatakan kesiapan membuka babak baru kerja sama ekonomi, termasuk melalui implementasi Indonesia–EAEU FTA.

Saat ini, Kazakhstan tengah menjalankan program revitalisasi ekonomi nasional, termasuk percepatan transformasi digital.

“Presiden Kazakhstan Kassym-Jomart Tokayev telah menetapkan tahun 2026 sebagai Tahun Digitalisasi dan Artificial Intelligence,” ujar Zhumangarin.

Kazakhstan juga telah membentuk kementerian khusus yang menangani pengembangan kecerdasan artifisial dan transformasi digital. Dalam pertemuan itu, Bakhtiyar Mukhametkaliyev Wakil Menteri Kecerdasan Artifisial dan Pengembangan Digital Republik Kazakhstan mengundang Indonesia untuk memperkuat kolaborasi melalui pengembangan proyek bersama, kemitraan kelembagaan, serta pertukaran informasi di bidang AI dan ekonomi digital.

Selain itu, kedua negara juga membahas kerja sama perdagangan, investasi, energi, konektivitas, ketahanan pangan, peternakan, mineral, pariwisata, serta peningkatan hubungan antarmasyarakat.

Indonesia turut mendorong peningkatan akses pasar bagi produk ekspor unggulan nasional, antara lain minyak kelapa sawit dan turunannya, peralatan listrik dan mekanik, alas kaki, produk berbasis karet, produk perikanan, buah tropis, kopi, serta makanan olahan. (lea/iss/ham)

Berita Terkait


Potret NetterSelengkapnya

Surabaya Siang Hari, Bunga Tabebuya Bermekaran Lagi

Kebakaran Gudang di Jalan Jawar Surabaya

Perbaikan Pipa PDAM Bocor di Jemursari

Kebakaran Rusunawa Sombo Surabaya

Surabaya
Selasa, 12 Mei 2026
30o
Kurs