Ateng mengatakan, seluruh komponen mengalami inflasi bulanan pada Juni 2026. Andil inflasi tertinggi berturut-turut disumbangkan komponen harga diatur pemerintah sebesar 0,27 persen dan tingkat inflasi 1,41 persen, komponen inti dengan andil inflasi sebesar 0,15 persen dan tingkat inflasi 0,23 persen, dan komponen bergejolak dengan andil inflasi 0,02 persen dan tingkat inflasi 0,14 persen.
“Menurut wilayah, inflasi bulanan terjadi di seluruh provinsi. Inflasi tertinggi terjadi di Provinsi Maluku Utara sebesar 2,45 persen, sementara inflasi terendah ada di Provinsi Sumatera Utara dan Kalimantan Tengah masing-masing sebesar 0,23 persen,” katanya.
Secara tahunan (y-on-y), inflasi Juni 2026 tercatat sebesar 3,34 persen, naik dari tahun sebelumnya sebesar 1,87 persen.
Berdasarkan kelompok pengeluaran, inflasi tahunan didorong kelompok makanan, minuman, dan tembakau dengan andil inflasi 1,36 persen dan tingkat inflasi 4,67 persen.
Diikuti kelompok perawatan pribadi dan jasa lainnya dengan andil inflasi 0,69 persen dan tingkat inflasi 10,10 persen.

NOW ON AIR SSFM 100

