“Kita harus mendukung mereka karena ekonomi Indonesia ke depan sangat ditentukan oleh bagaimana kita mengembangkan potensi ekonomi domestik. Komoditas yang memiliki keunggulan ekspor akan menjadi andalan Indonesia ke depan,” kata Rifki.
Selain mempromosikan produk, BI juga melakukan pendampingan menyeluruh bagi UMKM, mulai dari penyediaan sarana dan prasarana, pembibitan, proses produksi, pengemasan produk, hingga mempertemukan pelaku usaha dengan calon pembeli.
Di Jawa Timur sendiri, BI saat ini membina 376 UMKM yang berfokus pada dua sektor utama, yakni produk ketahanan pangan dan produk berorientasi ekspor.
Rifki menambahkan, BI juga mendukung kemudahan transaksi internasional melalui skema Local Currency Transaction (LCT) yang memungkinkan perdagangan menggunakan mata uang lokal sehingga dapat mengurangi risiko fluktuasi nilai tukar sekaligus memperlancar aktivitas ekspor.
Seperti diketahui, JCFF 2026 ini digelar selama tiga hari mulai 17 hingga 19 Juli 2026. Dalam pelaksanaannya, terdapat talkshow, workshop, bazar, hingga lomba bertema kopi hingga rempah-rempah.(ris/faz)

NOW ON AIR SSFM 100

