Konflik Amerika Serikat (AS) dan Iran semakin meluas ke kawasan Teluk setelah Teheran melancarkan serangan ke sejumlah negara di kawasan tersebut pada, Jumat (17/7/2026) pagi.
Sejumlah laporan menyebut Bahrain, Irak, Kuwait, Oman, Qatar, Yordania, dan Suriah terpaksa mengambil langkah pertahanan menghadapi rudal dan drone Iran. Serangan itu terjadi saat militer AS memasuki malam keenam serangan terhadap Iran.
Melansir Al Jazeera, Korps Garda Revolusi Islam Iran (IRGC) kemudian mengklaim bertanggung jawab atas serangan terhadap sejumlah aset militer AS di kawasan tersebut. Iran menyebut serangan itu menargetkan fasilitas AS yang berada di negara-negara Teluk dan wilayah sekitarnya.
Teheran menyebut, Washington menggunakan pangkalan militernya di kawasan itu sebagai titik peluncuran serangan terhadap Iran. Sebelumnya, serangan udara AS menargetkan sejumlah infrastruktur di wilayah selatan Iran pada, Kamis (16/7/2026) malam hingga Jumat, termasuk jaringan telekomunikasi, sistem perkeretaapian, dan Jembatan Bandar-e Khamir di Provinsi Hormozgan. Media Iran melaporkan sedikitnya delapan orang meninggal dalam serangan terbaru itu.
Di Qatar, tingkat ancaman keamanan sempat dinaikkan setelah terdengar ledakan keras di sejumlah wilayah Doha pada Jumat dini hari. Sirene peringatan berbunyi dan warga menerima peringatan keamanan melalui ponsel mereka.

NOW ON AIR SSFM 100

