Dongkrak Sirkulasi Ekonomi, PRJ Surabaya 2026 Targetkan Transaksi Rp50 Miliar
Jumat, 9 Oktober 2026 | 20:50 WIB
Kadin Jatim mendorong penyusunan kurikulum pendidikan vokasi yang lebih selaras dengan kebutuhan dunia usaha dan industri. Foto: Kadin Jatim
Ia mengatakan, selama ini penyusunan kurikulum umumnya masih dimulai dari institusi pendidikan lalu diverifikasi oleh industri. Pola tersebut menurutnya menjadi salah satu penyebab terjadinya skill mismatch.
“Kalau kita ingin mengurangi skill mismatch, maka prosesnya harus dibalik. Analisis pekerjaan dilakukan terlebih dahulu di industri, baru hasilnya diterjemahkan menjadi kurikulum. Jadi kurikulum benar-benar lahir dari kebutuhan industri, bukan sebaliknya,” ucapnya.
Melalui pendekatan tersebut, pihaknya berharap kurikulum bisa menjadi lebih adaptif, relevan, dan mampu menghasilkan lulusan yang siap masuk ke dunia kerja.(ris/iss)