“Lebih dari 67 persen UMKM di antaranya merupakan usaha mikro, mereka menyumbang lebih dari 60 persen PDB dan menyerap hampir 117 juta tenaga kerja,” katanya.
Meski memiliki kontribusi besar terhadap perekonomian, Purbaya mengakui pelaku usaha mikro dan ultra mikro menjadi kelompok yang paling cepat terdampak ketika terjadi tekanan ekonomi.
“Ketika harga bahan baku naik, permintaan turun distribusi terganggu atau ada kebutuhan mendadak mereka tidak punya bantalan yang tebal,” ujarnya.
Selain rentan terhadap perubahan kondisi ekonomi, pelaku usaha mikro juga masih menghadapi tantangan dalam mengakses permodalan. Karena itu, pemerintah melalui PIP menurunkan bunga pinjaman bagi pelaku usaha mikro dari sebelumnya 22,5 persen menjadi delapan persen.
Purbaya juga menilai ekonomi Indonesia tetap tangguh. Pada triwulan pertama 2026, ekonomi nasional tumbuh 5,61 persen, tertinggi sejak 2014. Pada periode yang sama, ekonomi Yogyakarta tumbuh 5,8 persen.

NOW ON AIR SSFM 100

