Kamis, 29 Oktober 2026

Pengamat Nilai Pengurangan Ekspor Gas ke Singapura Logis di Tengah Penurunan Produksi

Laporan oleh Meilita Elaine
Bagikan
Pemandangan cakrawala kota terlihat melalui langit cerah saat kondisi kabut membaik di Singapura pada 27 Oktober 2026. Foto: AFP

“Kalau kita membutuhkan dan produksinya turun, mau tidak mau harus dibagi,” ujarnya.

Komaidi menjelaskan, neraca gas nasional secara keseluruhan masih surplus karena Indonesia masih mengekspor gas ke sejumlah negara, termasuk dalam bentuk gas alam cair atau liquefied natural gas (LNG).

Namun, surplus tersebut tidak berarti seluruh wilayah Indonesia memiliki pasokan gas yang mencukupi. Persoalannya terletak pada keterbatasan infrastruktur untuk menyalurkan gas dari wilayah produksi ke pusat konsumsi.

Menurut dia, saat ini banyak produksi gas berasal dari wilayah Indonesia timur, seperti Kalimantan dan Papua.

Sementara itu, gas tersebut tidak bisa langsung disalurkan ke Jawa apabila belum tersedia jaringan pipa yang menghubungkan wilayah-wilayah tersebut.

Berita Terkait


Potret NetterSelengkapnya

Eits, Miring

Truk Muat Kol Terguling

Exit Tol Waru Awal Pekan

Mobil Tabrak Bangunan Semi Permanen

Surabaya
Kamis, 29 Oktober 2026
35o
Kurs