Penyaluran melalui LNG juga membutuhkan biaya lebih besar karena gas harus dicairkan, diangkut menggunakan kapal, kemudian diubah kembali menjadi gas sebelum digunakan konsumen.
“Kalau mau harus pakai LNG, harganya mahal. Harus dicairkan dulu, lalu dibawa pakai kapal, diubah lagi jadi gas. Biayanya dobel-dobel, mungkin sampai Indonesia barat harganya dua kali lipat,” jelasnya.
Kondisi tersebut membuat Indonesia menghadapi persoalan distribusi meskipun neraca gas nasional masih surplus.
Menurut Komaidi, gas yang tersedia di satu wilayah belum tentu dapat memenuhi kebutuhan wilayah lain karena belum terhubung dengan infrastruktur penyaluran.
Ia mencontohkan, penyaluran gas di Pulau Jawa sebelumnya belum terhubung secara optimal dari Jawa Timur hingga Jawa Barat.
NOW ON AIR SSFM 100

