Kamis, 30 April 2026

Pertamina Patra Niaga Regional Jatimbalinus Perkuat Subsidi Tepat, Tingkatkan Layanan QR Code di Jatim

Laporan oleh Tim Redaksi
Bagikan
Help Desk Subsidi Tepat Pertamina Patra Niaga Jatimbalinus. Foto: Pertamina

Pertamina Patra Niaga terus menunjukkan komitmennya menjaga keandalan pasokan energi bagi masyarakat. Salah satunya dengan mengevaluasi dan memutakhirkan data konsumen secara berkala, guna memastikan penyaluran BBM subsidi semakin tepat sasaran serta mudah diakses.

Ahad Rahedi Area Manager Communication, Relations & CSR Pertamina Patra Niaga Regional Jatimbalinus menjelaskan bahwa pemutakhiran data menjadi langkah strategis untuk memastikan penggunaan QR Code sesuai dengan kendaraan yang sah.

“Pemutakhiran data merupakan langkah strategis untuk memastikan penggunaan QR Code dan kuota BBM subsidi sesuai dengan kepemilikan kendaraan yang sah. Penerapan QR Code dalam program Subsidi Tepat merupakan kebijakan pemerintah untuk memastikan penyaluran BBM bersubsidi, baik Biosolar maupun Pertalite, tepat sasaran dan digunakan oleh pihak yang berhak. Dalam hal ini, Pertamina bertindak sebagai pelaksana distribusi sesuai penugasan dari pemerintah,” kata Ahad dalam keterangannya, Kamis (30/4/2026).

Sebelumnya, pada Rabu (29/4/2026) kemarin, Pertamina Patra Niaga Regional Jatimbalinus menerima aspirasi dari kelompok sopir truk terkait penerapan barcode dalam program Subsidi Tepat.

Dalam pertemuan tersebut, para sopir menyampaikan berbagai kendala di lapangan, mulai dari masalah teknis hingga harapan agar kebijakan ini tidak menghambat distribusi barang.

Terkait hal ini, Ahad menilai bahwa aksi para sopir sebagai bentuk perhatian pelanggan terhadap layanan Pertamina.

“Aksi yang dilakukan para sopir merupakan bentuk penyampaian aspirasi dan perhatian dari pelanggan. Pertamina memandang hal ini secara positif dan berkomitmen untuk terus mendengarkan serta menindaklanjuti setiap masukan yang ada, dengan menghadirkan solusi sesuai kewenangan demi meningkatkan kualitas layanan bagi seluruh pelanggan,” ungkapnya.

Terkait kendala QR Code, Pertamina menjelaskan bahwa sistem secara berkala memantau data kendaraan dan pola transaksi di SPBU. Sistem juga mampu mendeteksi anomali, seperti pengisian dalam jumlah besar dalam waktu berdekatan atau penggunaan di beberapa SPBU berbeda dalam waktu singkat. Kondisi tersebut berpotensi mengindikasikan penyalahgunaan, sehingga perlu dilakukan verifikasi ulang.

Untuk mengatasi kendala di lapangan, Pertamina telah membuka 147 helpdesk di seluruh Jawa Timur guna mempercepat proses verifikasi dan aktivasi ulang QR Code bagi sopir truk.

Dari data yang dihimpun, terdapat 119 kendaraan yang melakukan pendaftaran ulang. Sebanyak 73,1 persen atau 87 kendaraan telah berhasil mengaktifkan kembali QR Code, sementara 26,9 persen atau sekitar 32 kendaraan masih terkendala, di antaranya karena nomor polisi belum terdaftar, QR Code terhapus, atau perlunya revisi data kendaraan.

Pertamina mengimbau masyarakat yang datanya belum aktif untuk segera melakukan pendaftaran ulang menggunakan data kendaraan yang sesuai. Proses ini dirancang sederhana agar masyarakat tetap dapat mengakses BBM subsidi tanpa hambatan.

Untuk informasi lebih lanjut dan pendaftaran, masyarakat dapat mengakses laman https://subsiditepat.mypertamina.id/ atau menghubungi Pertamina Contact Center 135. (adv/bil/ham)

Berita Terkait


Potret NetterSelengkapnya

Kebakaran Gudang di Jalan Jawar Surabaya

Perbaikan Pipa PDAM Bocor di Jemursari

Kebakaran Rusunawa Sombo Surabaya

Kebakaran Rumah di Pengampon Surabaya

Surabaya
Kamis, 30 April 2026
26o
Kurs