Ibrahim menyebut, Iran kemudian merespons dengan menyerang dua pangkalan udara AS di Yordania.
Dilansir dari Antara, eskalasi tersebut meningkatkan kekhawatiran pasar terhadap perkembangan konflik dan dampaknya terhadap perekonomian global.
Ketidakpastian juga diperbesar oleh belum tercapainya kesepakatan untuk mengakhiri konflik. Upaya para mediator disebut masih menghadapi jalan buntu, sementara pembukaan kembali Selat Hormuz menjadi salah satu perhatian utama.
Selat Hormuz merupakan jalur strategis perdagangan energi dunia. Sebelum perang pecah pada akhir Februari 2026, jalur tersebut menjadi rute sekitar seperlima pasokan minyak dunia.
Selain faktor geopolitik, pergerakan rupiah turut dipengaruhi sentimen dari Amerika Serikat, khususnya arah kebijakan moneter Federal Reserve (The Fed).

NOW ON AIR SSFM 100

