Ibrahim mengatakan, pasar mencermati pidato Kevin Warsh Ketua Federal Reserve dalam Simposium Jackson Hole. Warsh menekankan stabilitas harga sebagai fokus utama bank sentral.
Pernyataan tersebut kemudian mendorong spekulasi pasar mengenai kemungkinan kenaikan suku bunga The Fed pada pertemuan September.
Pasar menilai masih terdapat pekerjaan rumah untuk membawa inflasi AS kembali ke target 2 persen.
“Ketua Fed tersebut juga mengatakan bahwa sulit untuk menyebut kondisi keuangan saat ini sebagai kondisi yang restriktif, sembari mencatat bahwa pasar kredit dan pinjaman hanya menunjukkan sedikit tanda adanya pengetatan kebijakan moneter,” ujar Ibrahim.
Di pasar domestik, pelemahan rupiah juga tercermin pada kurs Jakarta Interbank Spot Dollar Rate (JISDOR) Bank Indonesia.
Pada Senin (31/8/2026), JISDOR berada di level Rp17.746 per dolar AS, melemah dibandingkan posisi sebelumnya sebesar Rp17.703 per dolar AS. (ant/saf/ipg)

NOW ON AIR SSFM 100

