Selasa, 6 Oktober 2026

Rupiah Ditutup Menguat ke Rp17.899 per Dolar AS, Ini Pemicunya

Laporan oleh Muhammad Syafaruddin
Bagikan
Ilustrasi - Petugas menunjukkan uang pecahan dolar AS dan rupiah di gerai penukaran mata uang asing di Jakarta. Foto: Antara

Data ketenagakerjaan periode sebelumnya juga mengalami revisi. Pertumbuhan NFP Juli direvisi dari 21 ribu menjadi minus 10 ribu. Sementara itu, angka Agustus direvisi turun dari 162 ribu menjadi 133 ribu.

Dengan revisi tersebut, penurunan total pertumbuhan lapangan kerja nonpertanian untuk dua bulan sebelumnya mencapai 60 ribu.

Menurut Ibrahim, pasar selanjutnya menantikan sejumlah data penting dari AS, termasuk risalah pertemuan Federal Open Market Committee (FOMC) September yang dijadwalkan rilis Rabu (7/10/2026), serta data klaim awal tunjangan pengangguran pada Kamis (8/10/2026).

“Saat ini, pasar menantikan rilis risalah pertemuan Federal Open Market Committee (FOMC) September pada Rabu serta data klaim awal tunjangan pengangguran pada Kamis,” ungkapnya.

Di tengah sentimen global tersebut, pasar juga mendapat sentimen positif dari proyeksi Bank Dunia terhadap perekonomian Indonesia.

Berita Terkait


Potret NetterSelengkapnya

Cuaca di Pos Pantau Gunung Merapi Cerah

Posisi Mobil Tersangkut di Viaduk dari Belakang

Tersangkut di Bawah Viaduk Gubeng

Kecelakaan Beruntun di Tol Waru Arah Perak

Surabaya
Selasa, 6 Oktober 2026
30o
Kurs