Rupiah Melemah ke Rp17.694, Konflik Asia Barat Jadi Tekanan
Selasa, 15 September 2026 | 18:45 WIB
Ilustrasi. Kurs rupiah turun. Foto: suarasurabaya.net
Rully menyebut sejumlah tekanan eksternal dan domestik perlu diperhatikan, mulai dari sikap The Fed yang hawkish, tren kenaikan inflasi, hingga ruang fiskal pemerintah yang semakin terbatas dalam menghadapi kenaikan harga minyak.
Asumsi harga minyak dalam Anggaran Pendapatan dan Belanja Negara (APBN) berada di kisaran 70 dolar AS per barel, sementara harga minyak yang disebut Rully telah mencapai 105 dolar AS per barel.
Dengan mempertimbangkan berbagai faktor tersebut, Rully memperkirakan rupiah bergerak dalam rentang Rp17.690 hingga Rp17.750 per dolar AS. (ant/saf/ipg)