Ia menjelaskan, berdasarkan CME FedWatch, peluang The Fed menahan suku bunga mencapai sekitar 62 persen.
Kendati demikian, arah kebijakan moneter AS masih dibayangi ketidakpastian akibat dinamika geopolitik di Timur Tengah yang sempat mendorong lonjakan harga minyak dunia sekitar 20 persen dalam dua pekan terakhir saat konflik antara Amerika Serikat dan Iran memanas terkait Selat Hormuz.
Dilansir dari Antara, selain keputusan suku bunga, investor juga menunggu pernyataan Ketua The Fed Kevin Warsh.
Pasar mencermati sikap Warsh yang sebelumnya menunjukkan pandangan cenderung hawkish sejak keputusan suku bunga pada Juni lalu.
Menurut Ibrahim, Warsh tetap menegaskan komitmen FOMC dalam menjaga stabilitas harga. Ia juga tengah melakukan evaluasi menyeluruh terhadap operasional bank sentral melalui pembentukan lima gugus tugas yang menangani berbagai aspek, termasuk strategi komunikasi dan kerangka pengendalian inflasi.







