Dari dalam negeri, pelemahan rupiah turut dipengaruhi ketidakpastian setelah pengunduran diri Perry Warjiyo dari jabatan Gubernur Bank Indonesia.
Ibrahim menilai transisi kepemimpinan di BI sempat memicu sentimen negatif karena terjadi di tengah tekanan terhadap nilai tukar rupiah, arus keluar dana asing (capital outflow), serta potensi kenaikan suku bunga global.
“Namun, penunjukan Destry Damayanti memberi optimisme pasar akan komitmen bank sentral dalam menjaga stabilitas nilai tukar rupiah, mengendalikan laju inflasi, serta mempertahankan stabilitas sistem keuangan yang berkelanjutan,” katanya.
Ia menambahkan, perhatian investor kini beralih pada proses penunjukan Gubernur BI definitif. Pasar berharap proses tersebut berjalan lancar sehingga mampu menjaga kredibilitas dan independensi Bank Indonesia dalam menjalankan kebijakan moneter.
Di sisi lain, lembaga pemeringkat internasional S&P Global Ratings juga memberikan tanggapan terkait pengunduran diri Perry Warjiyo.







