Menurutnya, dalam beberapa bulan terakhir pasar sempat dibayangi kekhawatiran bahwa defisit anggaran berpotensi melampaui batas yang ditetapkan pemerintah.
“Beberapa bulan terakhir, banyak dana asing yang keluar karena kekhawatiran defisit bisa melewati 3 persen, bahkan ada yang memperkirakan mencapai 4 persen,” ujarnya dilansir dari Antara.
Berdasarkan laporan pemerintah, pendapatan negara hingga Juni 2026 mencapai Rp1.459,4 triliun atau 46,3 persen dari target APBN sebesar Rp3.153,6 triliun.
Penerimaan tersebut ditopang oleh penerimaan perpajakan sebesar Rp1.187,8 triliun yang terdiri atas penerimaan pajak Rp1.035,7 triliun dan kepabeanan serta cukai Rp152 triliun. Sementara penerimaan negara bukan pajak (PNBP) mencapai Rp271 triliun.
Di sisi belanja, realisasi belanja negara tercatat Rp1.656 triliun atau 43,1 persen dari target APBN 2026, meningkat 17,8 persen secara tahunan (year on year/yoy).







