Kamis, 23 Juli 2026

Rupiah Menguat ke Rp17.888 per Dolar AS, Investor Respons Positif Kondisi Fiskal Indonesia

Laporan oleh Muhammad Syafaruddin
Bagikan
Ilustrasi - Petugas menunjukkan uang pecahan dolar AS dan rupiah di gerai penukaran mata uang asing di Jakarta. Foto: Antara

Dengan realisasi pendapatan dan belanja tersebut, APBN mencatat defisit sebesar Rp196,5 triliun atau setara 0,76 persen terhadap PDB. Meski demikian, keseimbangan primer masih membukukan surplus sebesar Rp85,1 triliun.

Selain faktor fiskal, pasar juga mencermati potensi kenaikan suku bunga acuan Bank Indonesia sebesar 25 basis poin (bps) dalam RDG BI yang berlangsung pada 21–22 Juli 2026.

Sebelumnya, BI telah menaikkan BI-Rate sebanyak tiga kali sejak Mei 2026. Setelah sempat bertahan di level 4,75 persen sejak September 2025, suku bunga acuan dinaikkan menjadi 5,25 persen pada Mei, kemudian menjadi 5,50 persen pada awal Juni, dan kembali naik menjadi 5,75 persen pada RDG 18 Juni 2026.

Rangkaian kebijakan pengetatan moneter tersebut membantu memperkuat nilai tukar rupiah yang sebelumnya sempat menembus level Rp18.000 per dolar AS pada awal Juni.

Sementara itu, kurs referensi Jakarta Interbank Spot Dollar Rate (JISDOR) Bank Indonesia juga menunjukkan penguatan rupiah. Pada perdagangan hari ini, JISDOR berada di level Rp17.909 per dolar AS, menguat dibandingkan posisi sebelumnya yang berada di Rp17.976 per dolar AS. (ant/saf/ipg)

Soerabaja10k
Berita Terkait


Potret NetterSelengkapnya

Sepeda Motor Terbakar di Genteng Besar

Pelangi di Ujung Pagi Surabaya

Mobil Masuk Saluran Air

Perjalanan Menuju Arafah

Surabaya
Kamis, 23 Juli 2026
26o
Kurs