Selasa, 14 Juli 2026

Rupiah Menguat ke Rp18.091 per Dolar AS, Didorong Prospek Ekonomi Indonesia dari S&P

Laporan oleh Muhammad Syafaruddin
Bagikan
Ilustrasi - Rupiah dan Dolar AS. Foto: iStock

Menurut S&P, peringkat kredit Indonesia tetap berada pada level BBB karena didukung prospek pertumbuhan ekonomi yang kuat, kebijakan ekonomi makro yang dinilai prudent, serta tingkat utang pemerintah dan utang luar negeri yang relatif lebih rendah dibandingkan negara-negara lain dengan peringkat serupa.

S&P juga menilai kebijakan hilirisasi industri dan penguatan pengelolaan sumber daya mineral berpotensi meningkatkan penerimaan negara sekaligus mendorong pertumbuhan ekspor dalam jangka menengah.

Meski demikian, Ibrahim mengingatkan bahwa kondisi pasar keuangan domestik masih menghadapi tantangan. Walaupun ekonomi Indonesia tumbuh 5,6 persen pada kuartal I 2026, pasar saham sempat mengalami tekanan besar sepanjang semester pertama tahun ini dengan penurunan kapitalisasi lebih dari 30 persen. Pada periode yang sama, nilai tukar rupiah juga sempat melemah sekitar 7 persen terhadap dolar AS.

“Untuk tahun ini, S&P memproyeksikan ekonomi Indonesia tumbuh 5,1 persen sejalan dengan peluang moderasi pertumbuhan ekonomi pada kuartal-kuartal berikutnya. Hal ini dipengaruhi berlanjutnya ketidakpastian eksternal dan tingginya tingkat suku bunga domestik,” ujar Ibrahim.

Dari eksternal, pasar juga mencermati meningkatnya ketegangan geopolitik di Timur Tengah. Donald Trump Presiden Amerika Serikat dikabarkan akan kembali memberlakukan blokade angkatan laut terhadap Iran serta mengenakan biaya sebesar 20 persen terhadap kargo yang melintasi Selat Hormuz sebagai bagian dari kebijakan keamanan.

Soerabaja10k
Berita Terkait


Potret NetterSelengkapnya

Sepeda Motor Terbakar di Genteng Besar

Pelangi di Ujung Pagi Surabaya

Mobil Masuk Saluran Air

Perjalanan Menuju Arafah

Surabaya
Selasa, 14 Juli 2026
28o
Kurs