Kamis, 29 Oktober 2026

Rupiah Menguat ke Rp18.141 per Dolar AS Dipengaruhi Putusan The Fed Tahan Suka Bunga

Laporan oleh Meilita Elaine
Bagikan
Ilustrasi. Foto: Antara

Kurs rupiah terhadap dolar AS pada pembukaan perdagangan Kamis (29/10/2026), bergerak menguat 43 poin atau 0,24 persen menjadi Rp18.141 per dolar AS dibandingkan penutupan sebelumnya di level Rp18.184 per dolar AS.

Josua Pardede Kepala Ekonom Permata Bank mengatakan pergerakan nilai tukar (kurs) rupiah terhadap dolar AS pada Kamis (29/10/2026), dipengaruhi keputusan bank sentral Amerika Serikat (AS), The Fed, untuk mempertahankan suku bunga.

“Pada FOMC (Federal Open Market Committee) Oktober 2026, The Fed mempertahankan suku bunga kebijakan pada level 3,75–4,00 persen, sesuai dengan ekspektasi konsensus,” ucap Josua di Jakarta, Kamis (29/10/2026), dilansir Antara.

The Fed disebut menegaskan kembali komitmennya untuk menjaga stabilitas harga.

Lisa Cook Dewan Gubernur The Fed dan Beth Hammack Presiden Cleveland Fed menyampaikan dissent dengan memilih kenaikan suku bunga sebesar 25 basis poin (bps).

Bank sentral AS tersebut juga mengumumkan pengurangan jumlah pertemuan kebijakan pada tahun depan yang akan menjadi forum bagi anggota untuk memberikan suara terkait suku bunga kebijakan.

“The Fed tidak memberikan indikasi yang jelas mengenai kemungkinan kenaikan kembali suku bunga kebijakan pada Desember 2026, dengan menekankan bahwa keputusan kebijakan ke depan akan bergantung pada perkembangan data dan diarahkan untuk membawa inflasi kembali ke target 2 persen,” ungkap Josua.

Berdasarkan faktor tersebut, rupiah diperkirakan bergerak dalam kisaran Rp18.100–Rp18.225 per dolar AS.(ant/fia/lta/faz)

Berita Terkait


Potret NetterSelengkapnya

Eits, Miring

Truk Muat Kol Terguling

Exit Tol Waru Awal Pekan

Mobil Tabrak Bangunan Semi Permanen

Surabaya
Kamis, 29 Oktober 2026
35o
Kurs