“Kami mendiskusikan banyak hal, terutama bagaimana meningkatkan kapasitas produksi dan menyelesaikan masalah-masalah yang menjadi hambatan untuk peningkatan kapasitas produksi ekspor khususnya,” ujarnya.
Menurutnya peluang pasar internasional masih sangat besar, terutama di Amerika Serikat, Tiongkok, dan Eropa. Untuk itu, peningkatan produksi dalam negeri dinilai menjadi langkah penting supaya Indonesia mampu memenuhi permintaan global.
Di sisi lain, efek domino dari peningkatan produksi secara tidak langsung akan mengerek daya serap tenaga kerja lokal. PT BMI sendiri telah menyerap sekitar 15.000 tenaga kerja dengan unit usaha yang beroperasi di Surabaya, Lamongan dan sejumlah daerah lain.
Meski demikian, Riza mengakui daya saing Indonesia masih tertinggal dibandingkan sejumlah negara eksportir produk laut, salah satunya Ekuador.
“Kita masih kalah dengan Ekuador, dengan India, dan mungkin Cina, di mana negara-negara ini memproduksi banyak sekali produk ekspor laut, terutama udang,” katanya.

NOW ON AIR SSFM 100

