Ia membeberkan tantangan utama industri pengolahan ikan dan udang bukan terletak pada sektor hilir, melainkan ketersediaan bahan baku dari hulu.
Riza menyebut, Indonesia masih perlu memperkuat budidaya udang supaya pasokan bahan baku dapat mengalir secara berkelanjutan ke industri pengolahan.
“Tantangannya adalah kita harus bisa membuat in-line bahan baku dari hulu hingga ke proses pengolahan. Hari ini kita masih kalah jauh di hulu, terutama di budidaya udang,” ujarnya.
Pada kesempatan yang sama, Aris Utama Direktur PT BMI menyampaikan capaian ekspor hasil laut industrinya tembus 35.000 ton setiap tahun dengan komoditas ikan, udang, rajungan sampai gurita.
Berbagai negara yang menjadi sasaran ekspor tersebut antara lain Amerika Serikat, Jepang, Tiongkok dan sebagian negara di negara Benua Eropa.

NOW ON AIR SSFM 100

