“Sebetulnya bukan strategi yang bagaimana-bagaimana memang. Produksi dalam negeri kita turun. Fosil dan minyak gas itu kan lama-lama habis kalau dikuras terus. Sumur-sumur penggantinya belum ada,” kata Komaidi saat mengudara di Radio Suara Surabaya, Kamis (29/10/2026).
Ia menjelaskan, penurunan produksi gas nasional menjadi salah satu alasan pemerintah perlu menyesuaikan alokasi pasokan untuk kebutuhan dalam negeri dan ekspor.
“Kalau kita membutuhkan dan produksinya turun, mau tidak mau harus dibagi,” ujarnya.
Meski neraca gas nasional secara keseluruhan masih surplus, Komaidi mengatakan distribusi gas di dalam negeri masih menghadapi kendala. Gas yang diproduksi di suatu wilayah belum tentu dapat disalurkan ke wilayah lain karena keterbatasan infrastruktur jaringan pipa.
Menurut dia, sebagian produksi gas berasal dari wilayah seperti Kalimantan dan Papua. Sementara itu, penyaluran ke Jawa membutuhkan jaringan pipa atau pengangkutan dalam bentuk gas alam cair (liquefied natural gas atau LNG), yang memerlukan biaya tambahan.
NOW ON AIR SSFM 100

