Jumat, 1 Maret 2024

BMKG Juanda Berkunjung ke Suara Surabaya Media untuk Belajar Kehumasan

Laporan oleh Muhammad Syafaruddin
Bagikan
Tim BMKG Juanda melakukan kunjungan ke Suara Surabaya Media pada Senin (12//2024). Foto: Azwa magang suarasurabaya.net Tim BMKG Juanda melakukan kunjungan ke Suara Surabaya Media pada Senin (12//2024). Foto: Azwa magang suarasurabaya.net

Badan Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika (BMKG) Juanda melakukan kunjungan ke Suara Surabaya Media di Jalan Raya Bukit Darmo No.22-24, Surabaya pada Senin (12/2/2024).

Dalam kunjungannya ini, tim BMKG Juanda diwakili oleh enam orang tim humas dan satu orang dari tim data dan informasi.

Diah Novita Ketua Tim Humas BMKG Kelas 1 Juanda mengatakan, kunjungan kali ini dalam rangka untuk mempelajari kegiatan kehumasan yang biasanya dilakukan oleh Suara Surabaya Media.

“Karena kami masih belajar bagaimana merintis humas BMKG Juanda agar bisa lebih kuat dan solid ke depannya,” kata Diah kepada suarasurabaya.net.

Melalui kunjungan itu, Diah menambahkan, poin utama yang BMKG dapatkan adalah semangat yang luar biasa dari semua elemen di Suara Surabaya Media dalam melayani dan mengabdi kepada masyarakat. Melayani setiap laporan yang masuk dan diteruskan kepada pihak-pihak terkait.

“Karena Suara Surabaya merupakan media yang sangat besar dan kredibilitasnya sudah sangat terpercaya oleh masyarakat. Kami juga sudah melihat jangkauan dari media SS tidak hanya di Jawa Timur tapi juga sampai luar provinsi, bahkan luar negeri. Jadi kami ingin melihat bagaimana cara kerja SS dalam membangun reputasi yang sedemikian baik dan kredibel agar bisa dipercaya oleh masyarakat,” tambahnya.

Sebagai informasi, tim humas BMKG Juanda baru terbentuk pada awal Januari 2024 lalu, yang sebelumnya hanya terdapat tim media sosial. Tujuan dibentuknya tim ini untuk menguatkan hubungan antara BMKG dengan masyarakat agar dapat lebih dekat dan menjangkau secara luas sehingga mengerti apa yang diinginkan oleh masyarakat. Selain itu, pihaknya juga ingin menjalin kerjasama dengan instansi dan berbagai media.

Shanas Septy Prayuda Ketua Tim Meteorologi BMKG Juanda mengatakan, tantangan utama yang harus dihadapi dari tim humas BMKG yaitu menerjemahkan data statistik ke dalam kalimat yang mudah dipahami oleh maysarakat.

“Karena ini unit baru, jadi kami bekerja keras bagaimana memperluas jangkauan BMKG Juanda. Tujuannya agar seluruh masyarakat, terutamanya di Jawa Timur, mengerti bahwasa ada unit BMKG Juanda yang bisa memberikan informasi prakiraan cuaca yang dapat dipertanggungjawabkan kebenarannya dan kredibel karena kita sebagai instansi resmi pemerintah,” ujar Shanas saat mengudara di Radio Suara Surabaya.

Perwakilan BKMG Juanda saat mengudara di Radio Suara Surabaya pada Senin (12/2/2024). Foto: Azwa magang suarasurabaya.net
Perwakilan BKMG Juanda saat mengudara di Radio Suara Surabaya pada Senin (12/2/2024). Foto: Azwa magang suarasurabaya.net

Dalam kesempatan itu, tim BMKG Juanda juga memberikan informasi prakiraan cuaca di Jawa Timur sedang berada di puncak musim hujan mulai bulan Januari sampai Februari.

Sehingga masyarakat diimbau akan adanya potensi hujan dengan intensitas ringan hingga lebat, terutama pada siang, sore, dan malam hari.

Masyarakat juga perlu waspada akan potensi bencana seperti banjir, tanah longsor, sambaran petir, ataupun angin kencang sesaat.

“Jadi kalau kita membahas cuaca memang biasanya pagi sampai siang hari matahari akan bersinar terang, kemudian dia akan menyinari lautan lalu terjadi penguapan. Karena bahan baku utama awan adalah uap air sehingga dari penguapan tersebut terbentuklah awan. Pada bulan Februari ini awan yg terbentuk merupakan awan yang cenderung menjulang tinggi ke atas sehingga sangat tingi potensinya terjadi hujan intensitas ringan hingga lebat bahkan disertai petir dan angin kencang sesaat,” jelas Shanas.

Shanas menambahkan, musim pancaroba atau peralihan musim di wilayah Jawa Timur, akan masuk sekitar bulan Maret hingga April dan intensitas hujan akan menurun. Sedangkan, pada akhir April sampai Mei mulai masuk musim kemarau.

“Namun perlu diwaspadaijuga, justru di masa pancaroba itu banyak terjadi fenomena atmosfer seperti hujan es, angin puting beliung, dan masih banyak lagi,” tutupnya. (azw/saf/ipg)

Berita Terkait

Potret NetterSelengkapnya

Pagi-Pagi Terjebak Macet di Simpang PBI

Kecelakaan Truk Box dan Motor di Sukorejo Pasuruan

Tetap Nyoblos Meski TPSnya Banjir

Surabaya
Jumat, 1 Maret 2024
27o
Kurs