Rabu, 10 Juni 2026

Hadir di Radio SS, Danrem 084 Bhaskara Jaya Paparkan Bakti TNI AD untuk Negeri di Madura

Laporan oleh Muhammad Syafaruddin
Bagikan
Brigjen TNI Kohir Komandan Korem (Danrem) 084/Bhaskara Jaya (kanan) dan Eddy Prastyo Editor in Chief Suara Surabaya Media saat mengudara di Radio Suara Surabaya, Selasa (9/6/2026). Foto: Emma Mg suarasurabaya.net

Brigjen TNI Kohir Komandan Korem (Danrem) 084/Bhaskara Jaya melakukan kunjungan ke Suara Surabaya Media, Selasa (10/6/2026). Kunjungan tersebut menjadi bagian dari upaya memperkuat sinergi antara TNI dan media, sekaligus membahas berbagai program pembinaan wilayah yang tengah dijalankan di Jawa Timur.

Eddy Prastyo Editor in Chief Suara Surabaya Media menyambut baik kunjungan tersebut. Menurutnya, menjelang 43 tahun Suara Surabaya Media, pihaknya terus mempererat hubungan dengan berbagai pemangku kepentingan, termasuk TNI.

“Menjelang 43 tahun Suara Surabaya, kita memang berkomitmen untuk lebih mempererat relasi dengan stakeholders termasuk dengan teman-teman TNI. Karena pada dasarnya kita berada di wilayah yang sama, rumah kita sama, yakni Surabaya,” kata Eddy.

Ia menilai Korem 084/Bhaskara Jaya memiliki berbagai program yang mampu mendekatkan institusi TNI dengan masyarakat, khususnya melalui kegiatan sosial dan pembangunan di wilayah.

Dalam kesempatan tersebut, Brigjen TNI Kohir menjelaskan bahwa tugas pokok TNI di berbagai daerah pada dasarnya memiliki kesamaan, yakni menjaga stabilitas wilayah sekaligus membantu mengatasi berbagai persoalan masyarakat.

“Pada dasarnya bagi kami di TNI, di mana pun bertugas itu sama. Yang membedakan adalah bagaimana kita menyikapi dan mengkaji berbagai persoalan yang ada di wilayah,” ujarnya.

Kohir yang sebelumnya bertugas di Malang mengatakan Surabaya memiliki karakteristik tersendiri sebagai kota metropolitan dengan masyarakat yang heterogen. Selain itu, wilayah kerja Korem 084/Bhaskara Jaya juga mencakup Pulau Madura yang membutuhkan pendekatan pembinaan khusus.

“Surabaya sebagai kota besar dengan masyarakat yang heterogen. Kemudian ada Pulau Madura yang perlu pembinaan lebih terarah. Sehingga memang membutuhkan kerja ekstra,” katanya.

Salah satu program yang menjadi fokus Korem 084/Bhaskara Jaya adalah pelaksanaan Bakti TNI AD untuk Negeri di Pulau Madura. Program tersebut merupakan pengembangan dari kegiatan karya bakti yang selama ini rutin dilaksanakan TNI.

Berbeda dengan karya bakti reguler yang umumnya berlangsung satu hingga dua bulan dalam cakupan satu daerah, program ini akan dilaksanakan secara serentak di empat kabupaten di Pulau Madura.

“Ini namanya karya bakti skala besar atau sekarang disebut Bakti TNI AD untuk Negeri di wilayah Pulau Madura,” ujar Kohir.

Program tersebut mencakup berbagai kegiatan fisik yang bertujuan mempercepat pembangunan infrastruktur di daerah. Beberapa di antaranya pembangunan jembatan, pembuatan sumur bor, rehabilitasi rumah tidak layak huni (RTLH), perbaikan sekolah, renovasi tempat ibadah, serta berbagai proyek pembangunan lain yang dinilai belum tersentuh secara optimal.

“Nanti kita akan melakukan percepatan pembangunan pada sejumlah sasaran yang memang dibutuhkan masyarakat,” katanya.

Selain pembangunan fisik, TNI juga akan menggelar berbagai kegiatan sosial yang menyasar peningkatan kualitas hidup masyarakat.

Program tersebut meliputi pengobatan massal, khitanan massal, operasi bibir sumbing, operasi katarak, donor darah, hingga berbagai kegiatan yang berorientasi pada peningkatan kualitas sumber daya manusia.

“Yang tidak kalah penting adalah kegiatan nonfisik untuk meningkatkan kesejahteraan masyarakat dan kualitas sumber daya manusia,” ujar Kohir.

Program Bakti TNI AD untuk Negeri dijadwalkan berlangsung mulai 1 Juli hingga 31 Agustus 2026. Pelaksanaannya melibatkan dukungan dari berbagai pihak, mulai pemerintah pusat, TNI Angkatan Darat, Pemerintah Provinsi Jawa Timur, kementerian terkait, hingga tokoh masyarakat Madura.

Kohir mengungkapkan keterlibatan masyarakat menjadi salah satu hal yang paling membanggakan dalam program tersebut.

“Para tokoh masyarakat, ulama, dan berbagai elemen masyarakat Madura ikut berkontribusi mengumpulkan dana untuk membantu pelaksanaan kegiatan ini. Ini sesuatu yang luar biasa,” ujarnya.

Terkait alasan dipilihnya Madura sebagai lokasi program skala besar tersebut, Kohir menjelaskan keputusan itu didasarkan pada kebutuhan pembangunan yang masih cukup besar di kawasan tersebut.

Menurutnya, sebagai wilayah kepulauan yang terpisah dari daratan utama Pulau Jawa, Madura memerlukan perhatian dan percepatan pembangunan yang lebih intensif.

“Dari sisi kebutuhan masyarakat yang sangat mendesak. Bapak Kepala Staf Angkatan Darat melihat bahwa Madura perlu mendapatkan sentuhan yang lebih mendalam dari Angkatan Darat,” kata Kohir.

Melalui program tersebut, TNI berharap pembangunan dan kesejahteraan masyarakat Madura dapat semakin meningkat sehingga mampu sejajar dengan berbagai daerah lain di Pulau Jawa.

“Harapannya ke depan Madura dari aspek pembangunan tidak kalah dengan wilayah lain di Pulau Jawa,” ujarnya. (saf/ipg)

Berita Terkait


Potret NetterSelengkapnya

Mobil Masuk Saluran Air

Perjalanan Menuju Arafah

Gerbang King Abdulaziz Masjidil Haram

Abraj Al Bait, Makkah Royal Clock Tower

Surabaya
Rabu, 10 Juni 2026
31o
Kurs