Diduga karena perubahan perilaku konsumen yang melakukan aksi borong jelang Hari Raya Idul Adha, Natal dan Tahun Baru.
WATI satu diantara warga Tumpang mengaku di daerahnya sempat terjadi antrean untuk mendapatkan minyak tanah. Setiap pembeli sempat dibatasi hanya 5 liter padahal di daerah tersebut belum ada konversi minyak tanah ke gas LPG. Sehingga pesokan minyak tanah belum dikurangi.
SAHROH satu diantara warga Bululawang yang juga pengecer minyak tanah mengakui hanya mendapatkan pasokan 2 drum namun itupun habis dibeli konsumen. Meskipun ada kelangkaan namun harga tetap sama yaitu Rp 2.500,00 per liternya.
RISAL PAHLEVI Sekertaris Hiswana Migas Kota Malang menduga ada perubahan perilaku konsumen dengan cara aksi borong menjelang Hari Raya Idul Adha, Natal dan Tahun Baru. Mengingat program konversi dalam waktu dekat akan masuk ke Kabupaten Malang, sehinggga warga melakukan aksi borong untuk mengantisipasi pengurangan minyak tanah sampai 50% setelah konversi nanti.
REMY DIANING dari Radio Citra Pro3 FM pada Jaring Radio Suara Surabaya melaporkan, Selasa (18/12), jumlah pasokan minyak tanah di Kabupaten Malang sampai sekarang belum dikurangi yaitu 360 kiloliter/ hari ke lebih dari 1.500 pangkalan.
Untuk memastikan penyebab kelangkaan minyak tanah, RIZAL menjanjikan akan memulai pemantauan di lapangan mulai hari ini. RIZAL juga mengaku pihaknya masih berkoordinasi dengan Pertamina agar tidak terjadi pengurangan pasokan untuk jaminan pasokan aman di Hari Raya Idul Adha, Natal dan Tahun Baru. Bahkan jika memungkinkan Hiswana Migas akan meminta tambahan pasokan untuk Kabupaten Malang.(bir/ipg)
NOW ON AIR SSFM 100
