Rabu, 29 Juli 2026

Bapak Cabuli Anak Kandung, Menangis di Pengadilan Mengaku Khilaf

Laporan oleh Bruriy Susanto
Bagikan
Dicky saat menjalani sidang di Pengadilan Negeri Surabaya. Foto : Bruriy suarasurabaya.net.

Dicky Auwliandy terdakwa pencabulan terhadap anak kandungnya sendiri, menangis di depan Jaksa Penuntut Umum maupun hakim di ruang sidang Tirta 2, Pengadilan Negeri Surabaya, Selasa (17/5/2016). Terdakwa mengaku khilaf melakukan perbuatan yang dilakukannya terhadap anaknya.

“Kalau khilaf, kenapa melakukannya itu berulangkali dari SD hingga SMP?” tanya Roginta Sirait Jaksa Penuntut Umum dari Kejaksaan Tinggi Jawa Timur.

Terdakwa berdalih stres dengan masalah kehidupan perekenomian keluarganya. Sebab, usaha pembuatan tutup plastik miliknya bangkrut. “Saya bingung, stres, usaha sudah bangkrut, keuangan juga susah. Saya khilaf, saya khilaf,” jawab Dicky, dari pertanyaan jaksa.

Menurut jaksa, akibat perbuatan terdakwa, korban mengalami traumatik hebat, hingga sempat akan melakukan bunuh diri. “Saat sekolah korban juga lebih banyak menyendiri. Karena, mengalami traumatik, akibat perbuatan terdakwa,” ujar Roginta Sirait.

Sementara, Sumardi kuasa hukum terdakwa mengakui, terdakwa menangis lantaran mengakui perbuatannya, dan khilaf. “Terdakwa melakukan perbuatan itu karena stres dengan kondisi ekonomi yang tidak menentu. Bahkan, dia ini bekerja serabutan, sejak usahanya bangkrut,” kata Sumardi. (bry/iss/ipg)

Soerabaja10k
Berita Terkait


Potret NetterSelengkapnya

Kecelakaan Beruntun di Gempol, Libatkan 7 Kendaraan

Truk Muat Besi Terguling di Sukomanunggal Surabaya

Muatan Menggunung

Surabaya
Rabu, 29 Juli 2026
24o
Kurs