Selasa, 14 Mei 2024

Puluhan Siswa SD Tulungagung Keracunan Teh Kemasan

Laporan oleh Dwi Yuli Handayani
Bagikan
Puluhan siswa SD negeri III dan IV Kepatihan, Kabupaten Tulungagung, Jawa Timur, Rabu (15/11/2017) mengalami keracunan massal usai meminum teh kemasan. Foto: Jatim Times

Puluhan siswa SD negeri III dan IV Kepatihan, Kabupaten Tulungagung, Jawa Timur, Rabu (15/11/2017) mengalami keracunan massal usai meminum teh kemasan yang diberikan secara gratis dalam rangka promosi penjualan di sekolah mereka.

Kendati tidak berdampak fatal, 14 siswa sempat dilarikan ke Instalasi Gawat Darurat RSUD dr Iskak, 11 siswa ke puskesmas kota, dan 35 lainnya dirawat di sekolah.

Kejadian yang tidak terduga itu terjadi setelah pihak guru sekolah kedua SD yang berlokasi di satu kompleks (satu atap) bersama tim pemasaran produk teh kemasan melakukan bagi-bagi minuman kemasan secara gratis yang dikemas melalui skema “game” atau permainan tanya jawab berhadiah di halaman SD setempat.

“Sekitar 15 menit setelah acara game ini digelar dan siswa mendapat pembagian minuman teh kemasan, beberapa siswa mengeluh pusing, mual dan muntah-muntah,” tutur Mulyaningsih Kepala SDN III Kepatihan seperti dilansir Antara.

Beberapa siswa yang dilarikan ke IGD RSUD dr Iskak mengaku sempat pusing-pusing dan mengaku masih mual.

Mereka sebagian terbaring di dengan selang infus terpasang di tangan.

Namun secara keseluruhan kondisi para siswa yang sebagian sempat jatuh pingsan tersebut membaik.

dr Heru Dwi Cahoyono Dokter jaga IGD RSUD dr Iskak mengatakan para siswa mengalami gejala keracunan, namun belum positif intoksikasi (keracunan) yang biasanya ditandai dengan gejala muntah secara terus-menerus disertai tensi menurun drastis yang menyebabkan tubuh korban melemah.

“Memang ada gejala intoksikasi, tapi belum sampai parah sehingga kondisi mereka cepat membaik saat dilakukan pemeriksaan,” kata dr Heru Dwi Cahyono.

Mochammad Rifai Kabag Humas dan Pemasaran RSUD dr Iskak menyatakan kasus diduga intoksikasi atau keracunan massal tersebut masuk kategori kejadian luar biasa (KLB) sehingga keseluruhan biaya pengobatan korban sepenuhnya ditanggung pemerintah daerah.

Sementara itu, kepanikan masih terjadi di SDN III Kepatihan dan SDN IV Kepatihan yang berada dalam satu kompleks bangunan di Kelurahan Kepatihan, Kecamatan Tulungagung hingga pukul 12.00 WIB.

Sejumlah petugas dari kepolisian segera mengumpulkan sisa teh botol kemasan untuk dijadikan barang bukti awal sekaligus sebagai sampel untuk pemeriksaan laboratorium.

Beberapa petugas juga tampak sibuk meminta keterangan dari beberapa siswa, orang tua murid, serta guru dan perwakilan tim pemasaran produk teh kemasan untuk mengusut insiden keracunan yang nyaris membahayakan keselamatan anak didik di SDN III Kepatihan dan SDN IV Kepatihan tersebut.

AKP Mustijat Priyambodo Kasatreskrim Polres Tulungagung mengatakan pihaknya masih memeriksa sejumlah saksi.

Petugas juga mengambil sampel minuman untuk diuji laboratorium forensik.

“Saat ini kita masih memeriksa saksi dan sudah mengambil contoh minuman,” ujarnya.

Mulyaningsih Kepala SDN III Kepatihan mengatakan, hampir seluruh siswa yang berjumlah 400 siswa mulai kelas 1 hingga 6 menikmati teh gratis.

Namun anehnya hanya 57 siswa mengalami gejala keracunan.

“Khawatir terjadi hal hal yang tidak diinginkan, kami langsung mengambil langkah penanganan,” ujarnya.

Selain siswa, semua guru juga menikmati teh gratis berupa kemasan botol dan kemasan plastik.

Namun menurut dia, mayoritas siswa yang mengalami gejala keracunan semuanya adalah yang meminum teh kemasan plastik. (ant/dwi/rst)

Berita Terkait

..
Potret NetterSelengkapnya

Massa Hari Buruh Berkumpul di Frontage Ahmad Yani

Motor Tabrak Pikap di Jalur Mobil Suramadu

Mobil Tertimpa Pohon di Darmo Harapan

Surabaya
Selasa, 14 Mei 2024
31o
Kurs