Senin, 8 Agustus 2022

Gunung Tangkuban Parahu Masih Berpotensi Erupsi

Laporan oleh Agustina Suminar
Bagikan
Petugas Pusat Vulkanologi dan Mitigasi Bencana Geologi (PVMBG) menunjukan analisa erupsi Gunung Tangkuban Perahu di Ruang Monitoring PVMBG Badan Geologi, Jalan Diponegoro, Kota Bandung, Sabtu (27/7/219). Foto: Antara

Pusat Vulkanologi dan Mitigasi Bencana Geologi (PVMBG) menyatakan berdasarkan analisis, Gunung Tangkuban Parahu masih berpotensi terjadi erupsi dengan masih terekamnya tremor berkelanjutan.

Devy K Syahbana Kepala Sub Bidang Mitigasi Gunung Api Wilayah Timur, menjelaskan bahwa erupsi pada Jumat (26/7/2019) disebabkan uap magma yang berinteraksi dengan sistem hidrotermal Gunung Tangkuban Parahu. Kemudian, ada perubahan di bawah permukaan sehingga terjadi erupsi.

“Kondisi ini bisa terjadi di beberapa gunung bukan hanya di Tangkuban Parahu, tapi di Papandayan, Dieng juga sama, dan ini biasanya tidak diawali dengan tanda jelas, dia bisa terjadi kapanpun. Jadi erupsi bisa terjadi kapan saja,” kata Devy di Ruang Monitoring PVMBG Badan Geologi, Jalan Diponegoro, Kota Bandung, Sabtu (27/7/2019).

Namun, menurut dia, berdasarkan peristiwa erupsi yang terjadi, ancaman hanya di wilayah sekitar kawah saja, untuk diluar kawah tidak akan terlalu berbahaya.

“Kalau di luar kawah ini tidak akan terlalu bahaya, minimal menyiapkan masker,” ujarnya dilansir Antara.

Sementara itu, Gede Suantika Kepala Bagian Tata Usaha Pusat Vulkanologi dan Mitigasi Bencana Geologi (PVMBG) Kementerian Energi dan Sumber Daya Mineral (ESDM), mengatakan erupsi Tangkuban Parahu tidak akan berdampak pada pergerakan Sesar Lembang.

Menurut dia, pergerakan Sesar Lembang mungkin bisa terjadi ketika erupsi yang terjadi sangat besar hingga mengeluarkan magma.

“Erupsi sekarang kecil sekali jika ingin dikaitkan dengan Sesar Lembang. Pergerakan Sesar Lembang bisa saja terjadi kalau erupsi magmatik,” kata Gede dilansir Antara.

Atas kejadin ini, PVMBG pun telah memberikan rekomendasi kepada pengelola tempat wisata agar tidak memberikan izin kepada masyarakat untuk berada di sekitar kawasan khususnya kawah ratu dan kawah upas dengan radius 500 meter.

Pedagang, wisatawan, dan pendaki pun tidak diperbolehkan menginap dalam kawasan kawah-kawah aktif yang ada di dalam kompleks Gunung Tangkuban Parahu.

“Diminta masyarakat sekitar mewaspadai meningkatnya konsentrasi gas vulkanik dan diimbau tidak berlama-lama berada di bibir kawah,” kata Gede.(ant/tin/ipg)

Potret NetterSelengkapnya

Peserta Pawai Taaruf YPM Sidoarjo di Sepanjang

Kecelakaan Truk Terguling di KM 750 Tol Waru

Kemacetan di Jalan Ahmad Yani

Surabaya
Senin, 8 Agustus 2022
27o
Kurs