Jumat, 1 Juli 2022

QRM Diagnosis THT Mahasiswa FK Unusa, Juara Kompetisi Ilmiah Nasional

Laporan oleh J. Totok Sumarno
Bagikan
Para mahasiswa Fakultas Kedokteran Unusa yang berhasil membuat aplikasi QRM untuk Diagnosis awal dan rebut juara Kompetisi Ilmiah Nasional. Foto: Totok suarasurabaya.net

Quick Respon Mobile (QRM) sebuah aplikasi Diagnosis THT, karya 4 mahasiswa Fakultas Kedokteran (FK) Universitas Nahdlatul Ulama Surabaya (Unusa) meraih juara pada Kompetisi Ilmiah Nasional.

Ke 4 mahasiswa Fakultas Kedokteran Unusa tersebut adalah Diaz Syafrie Abdillah, Afira Febriani Wijaya, Muhammad Jauhan Farhad dan Firda Nur Laila.

Antrean panjang yang sering dialami pasien penyakit THT (telinga, hidung, dan tenggorokan), mendorong ke 4 mahasiswa tersebut mendesain aplikasi membantu dokter lakukan diagnosis awal.

Diagnosis awal tersebut diharapkan menjadi input data pasien, sebagai upaya menyingkat waktu tunggu pasien. Tidak hanya di instal pada Smartphone, aplikasi tersebut juga divisualkan dalam poster ilmiah.

Karya berbentuk literatur review dan poster berjudul Quick Respon Mobile (QRM) dengan artificial intellegence (AI) membantu dokter mendiagnosis suatu penyakit THT, berhasil menjuarai kompetisi nasional Holistic (Halu Oleo Scientific Competition) 2019.

“Fakultas Kedokteran mengirimkan dua tim dari mahasiswa semester 7. Alhamdulillah kedua tim berhasil meraih juara, masing-masing juara 1 kategori poster ilmiah dengan tim Muhammad Jauhan Farhad, Firda Nur Laila, Diaz Syafrie Abdillah. Dan, juara 3 untuk literatur review dengan tim Diaz Syafrie Abdillah, Afira Febriani Wijaya,” terang Dr. Handayani, Dekan FK Unusa.

Ditambahkan Dr. Handayani kemenangan mereka tidak lepas dari tema teknologi yang diaplikasikan dalam bidang kesehatan.

“Sebagai universitas bidang kesehatan dan teknologi, Unusa akan terus kembangkan smarthealth. Penyusunan karya ilmiah ini juga didukung tim sistem informasi,” tambah Dr. Handayani.

Tahun ini kompetisi nasional Holistic sudah digelar keempat kali oleh Fakultas Kedokteran Universitas Halu Oleo, Kendari. Holistic 2019 yang mengusung tema penyakit THT ini diikuti total 53 tim dari 19 FK universitas negeri dan swasta seluruh Indonesia. Sedangkan gelaran final di Kendari, Sulawesi Tenggara diikuti 21 finalis.

Diaz Syafrie Abdillah, ketua tim karya ilmiah menyampaikan bahwa metode AI mampu mengefektifkan waktu antara pasien THT dengan dokter. Harapannya bisa menjadi sarana salah satu teknik komunikasi baru antara dokter dan pasien.

“Dengan aplikasi QRM, pasien bisa melakukan input data tentang gejala yang dideritanya. Sedangkan metode AI yang merupakan kecerdasan buatan, mampu memproses input data pasien menjadi diagnosis awal gejala THT. Yang nantinya bisa dimanfaatkan sebagai penatalaksanaan awal untuk membantu dokter dalam pemeriksaan,” papar Diaz pada awak media.

Ide karya ilmiah ini, tambah Diaz, masih akan terus dikembangkan, seperti fasilitas chat dengan pasien sebagai sarana komunikasi langsung. Fasilitas chat ini perlu admin yang juga memahami masalah kesehatan.

Ide diagnosis awal THT untuk membantu dosen ini juga diikutkan dalam lomba poster publik. Tujuannya agar pasien lebih memahami prosedur aplikasi QRM tersebut.

“Karena temanya poster ilmiah, kami desain lebih sederhana namun tetap informatif,” pungkas Muhammad Jauhan Farhad, ketua tim poster ilmiah, Rabu (13/11/2019).(tok/dwi)

Berita Terkait

Surabaya
Jumat, 1 Juli 2022
31o
Kurs