Sabtu, 31 Oktober 2020

Sembahyang Cap Go Meh Pungkasi Rangkaian Perayaan Imlek 2571

Laporan oleh J. Totok Sumarno
Bagikan
Umat melaksanakan sembahyang Cap Go Meh sebagai penutup seluruh rangkaian persembahyangan Imlek 2571. Foto: Totok suarasurabaya.net

Umat Tri Dharma di Kota Surabaya, Sabtu (8/2/2020) memungkasi seluruh rangkaian persembahyangan Imlek 2571 dengan menggelar sembahyang Cap Go Meh di klenteng-klenteng.

Di kawasan Jalan Jagalan, tepatnya di klenteng Pak Kik Bio, beberapa warga masyarakat datang bersama teman dan keluarga melaksanakan sembahyang Cap Go Meh. Menyalakan dupa dan lilin di altar persembahyangan.

“Memang tidak seperti Imlek. Sembahyang Cap Go Meh biasa saja. Kalau Imlek biasanya lebih ramai. Umat datang bersama keluarga, sembahyang terus kumpul-kumpul. Karena itu Imlek itu sekaligus juga waktu buat kumpul keluarga, kumpul teman-teman. Kalau doa atau sembahyang Cap Go Meh ya seperti ini,” ujar Wibowo usai berdoa.

Dibandingkan dengan saat persembahyangan Imlek, suasana di klenteng Jalan Jagalan itu memang terlihat agak lengang. Namun demikian terlihat beberapa orang datang kemudian menggelar persembahyangan.

Cap Go Meh oleh warga masyarakat Tionghoa dilaksanakan pada hari ke 15 setelah malam pergantian tahun baru Imlek. Cap = sepuluh, Go = lima, Meh = malam. Dan secara harafiah Cap Go Meh artinya malam ke 15.

Dan pada hari itulah, hari ke 15 setelah pergantian tahun Imlek, seluruh rangkaian persiapan dan persembahyangan maupun pesta perayaan menyambut tahun baru Imlek berakhir.

“Sembahyang Cap Go Meh itu memang mengakhiri seluruh rangkaian persembahyangan menjelang dilakukannya sembahyang pergantian tahun baru Imlek sampai 15 hari sesudahnya. Umat mengucapkan syukur sekaligus berharap dalam menjalani tahun baru Imlek 2571 dilimpahi rejeki dan kesehatan,” kata A Kiong pengurus klenteng Hong San Ko Tee, Surabaya.

Sementara itu, di klenteng kawasan Jl. HOS Tjokroaminoto, sembahyang bersama pelaksanaan Cap Go Meh diikuti puluhan umat dan dilaksanakan di depan altar utama persembahyangan.

Usai sembahyang bersama, umat bersama-sama menyantap sajian Lontong Cap Go Meh yang sebelumnya sudah disediakan oleh klenteng. “Lontong Cap Go Meh kami bagikan kepada umat dan siapa saja yang datang ke klenteng. Ini juga ucapan rasa syukur,” pungkas A Kiong.(tok/iss)

Berita Terkait
Potret NetterSelengkapnya

Pengunjukrasa Melintas di Diponegoro

Hujan di Bratang Surabaya

Kecelakaan Melibatkan Dua Truk di Pandaan

Kebakaran Gudang di Simorejo Sari

Surabaya
Sabtu, 31 Oktober 2020
28o
Kurs