Selasa, 24 November 2020

DPRD Surabaya Sidak Kondisi KBS di Tengah Pandemi Covid-19

Laporan oleh Zumrotul Abidin
Bagikan
AH Thony Wakil Ketua DPRD Surabaya berbincang dengan Chairul Anwar Dirut PDTS KBS, Senin (24/8/2020). Foto: Abidin suarasurabaya.net

AH Thony Wakil Ketua DPRD Surabaya mengatakan, Perusahaan Daerah Taman Satwa (PDTS) Kebun Binatang Surabaya (KBS) masih bisa survive di tengah pandemi Covid-19, karena memiliki keberuntungan membludaknya pengunjung di libur sekolah dan tahun baru 2020 lalu.

“Dari yang kami gali dari Pak Direktur mengaku ada beberapa keberuntungan sebelum pandemi. Momen-momen seperti libur sekolah dan tahun baru sebelum Covid-19 ada ledakan pengunjung. Pemasukan dari pengunjung yang bagus itu menjadi saving money yang cukup baik. Tetapi empat bulan ke sini itu, tidak ada pemasukan karena ditutup,” kata AH Thony di sela kunjungan kerja di KBS, Senin (24/8/2020).

Thony mengatakan, dana operasional yang harus dikeluarkan KBS dalam empat bulan sampai sekarang tidak kecil. Sehingga, dia berharap ada support dari pemerintah atau masyarakat untuk mendukung KBS.

“Kami akan melaporkan kondisi ini ke Pemerintah Kota Surabaya. KBS membutuhkan support,” katanya.

Thony juga mencatat, penerapan protokol kesehatan di KBS juga butuh support dana yang tidak kecil. Mulai penyediaan tempat cuci tangan, berbagai peralatan, dan kesiagaan petugas pengurai kerumunan harus mendapat support.

“Ini lebih dari satu kampung yang harus dijaga untuk menerapkan protokol kesehatan,” katanya.

Sementara itu, Chairul Anwar Dirut PDTS KBS mengatakan, semenjak 27 Juli Kebun Binatang Surabaya buka kembali di masa pandemi Covid-19. Tentunya dengan protokol kesehatan ketat.

“Kami sudah presentasi sebelum membuka. Infrastruktur untuk protokol kesehatan kami siapkan. Wahana tidak dibuka dulu. Tiket sistem online. Meskipun ada yang masih offline, nanti sambil jalan tahapan edukasi,” katanya.

Beberapa larangan bagi pengunjung juga diterapkan, di antaranya tidak disediakan tempat makan di dalam.

“Tidak boleh menggelar tikar. Ada petunjuk panah untuk mengontrol mengarahkan pengunjung. Kami juga sediakan penanganan ruangan kesehatan apabila ada pengunjung suhu badannya di atas 37 derajat,” katanya.

Chairul juga mengatakan, PKL di kawasan KBS juga tidak boleh jualan dulu. Pengunjung bisa melihat semua satwa kecuali di aquarium.

“Evaluasi terus kami lakukan, kita koordinasi dengan Pemkot, Pemprov untuk penanganan Covid-19,” katanya.

Dengan adanya pendemi Covid-19 ini, satwa di KBS kondisinya lebih bagus. Karena tingkat stress satwa berkurang. “Satwa lebih sehat dan yang melahirkan juga lebih banyak,” kata Chairul. (bid/iss/ipg)

Berita Terkait
Potret NetterSelengkapnya

Pohon Tumbang Menutup Jalan Utama Bangkalan Kota

Truk Tabrak Tiang Listrik di Pandaan

Serikat Pekerja Blokir Basuki Rahmat Surabaya

Serikat Pekerja Demo di Surabaya

Surabaya
Selasa, 24 November 2020
28o
Kurs