Rabu, 21 Oktober 2020

Embong Ploso Ditutup Sementara Akibat Membludaknya Antrean Donor Darah Massal

Laporan oleh Agung Hari Baskoro
Bagikan
Palang Merah Indonesia (PMI) Surabaya menggandeng Lembaga Swadaya Masyarakat (LSM) untuk mengadakan donor darah selama tiga hari, yakni 18-20 Mei 2020. Acara donor darah itu diadakan mengingat stok darah yang semakin menurun dan juga untuk tambah stok darah menjelang Idul Fitri. Foto : PMI

Jalan Embong Ploso terpaksa ditutup sementara akibat membludaknya antrean masyarakat yang ingin mengikuti acara donor darah massal berhadiah Sembako dan souvenir dari Unit Donor Darah (UDD) PMI Surabaya pada Rabu (20/5/2020).

Dr Martono Kepala Bagian Pelayanan dan Humas PMI Surabaya membenarkan hal ini. Ia mengatakan, antrean masyarakat yang diperkirakan seribuan orang ini sudah ada sejak pukul 05.00 WIB. Padahal, acara baru akan dimulai pukul 09.00 WIB.

Pihaknya mengaku tak menyangka antusiasme masyarakat sebesar ini. Ia mengatakan, hari ini adalah hari ketiga dari acara donor darah massal yang digelar sejak Senin (18/5/2020) lalu. Masyarakat yang belum bisa mendonorkan darah di hari pertama dan kedua, datang lagi di hari terakhir ini.

“Iya. Iya (ditutup sementara). Soalnya kuotanya ini sudah 1.000 mas. Kuotanya sampai hari ini jam sekian (10.00 WIB) sudah 1000. Kita bukanya mulai jam 9 tapi mereka orang-orang itu jam 5 (pagi) sudah datang. Sudah antre. Nah itu. Saya juga gak menyangka mungkin karena juga disiarkan, sehingga banyak peminatnya itu. Saya juga gak nyangka kalau seperti ini,” ujarnya pada suarasurabaya.net pada Rabu (20/5/2020).

Antrean pendonor di Unit Donor Darah (UDD) PMI Surabaya Jalan Embong Ploso. Foto : PMI

Ia mengatakan, sebenarnya pihak PMI Surabaya sanggup melakukan donor darah pada seribuan orang ini. Tapi, penutupan sementara dilakukan agar tidak menimbulkan kerumunan saat PSBB dilaksanakan di Surabaya. Akibat membludaknya antrean, maka jalan Embong Ploso akan dibuka tiap dua jam sekali menunggu antrean di UDD PMI Surabaya berkurang.

“Yang ditutup Jalan Embong Ploso. Otomatis kalau yang dari Jalan Embong Ploso (dari) Bambu Runcing dan (dari) Kayoon kita tutup, orang kan gak bisa terus datang ke PMI nya. Nanti kita akan buka lagi kalau sudah kosong. Soalnya kalau dibiarkan, masuk terus ini ribuan orang,” jelasnya.

Ia mengatakan, masyarakat yang berhasil mendonorkan darahnya akan mendapatkan paket sembako dan sejumlah souvenir seperti T-Shirt, Jaket, sampai paket makanan cepat saji. Hal ini terselenggara berkat bantuan beberapa pihak diantaranya Harmonis, Pundi Amal, dan Reblood.

“Dengan adanya acara donor massal, stok darah sudah naik, stabil, dan lebih. Bahkan kalau ini sangat sangat cukup, bisa kita berikan ke UTD lain. Karena biasanya yang daerah minta ke sini,” katanya.

Sebagai informasi, sebelumnya, stok darah di PMI Surabaya sempat kosong. Dr Martono mengaku, stok darah golongan A, AB, dan O sempat kosong. Hanya ada stok darah golongan B sebanyak 160 kantong. (bas/iss/ipg)

Berita Terkait
Potret NetterSelengkapnya

Kecelakaan Truk di Tol Ngawi-Solo

Kecelakaan Mobil di Raya Darmo

Mendung Sore Ini

Kemacetan di Raya Taman arah Bundaran Waru

Surabaya
Rabu, 21 Oktober 2020
32o
Kurs