Minggu, 29 Maret 2020

Garap Program Internship, PT Pama Gandeng ITS

Laporan oleh J. Totok Sumarno
Bagikan
PT Pama gandeng ITS garap program internship untuk peningkatan komitmen dan kebutuhan karyawan. Foto: Humas ITS

PT Pamapersada Nusantara (Pama) gandeng ITS, Selasa (25/2/2020) launching program Pama Exclusive Internship (Pexi) dalam rangka kompetensi karyawan yang inovatif.

Dengan tema seminar Pendidikan dan Sumber Daya Manusia yang Kompetitif di Era Revolusi Industri 4.0, kegiatan di Gedung Pusat Robotika ITS, Selasa (25/2/2020) tersebut menghadirkan Dr (HC) Ir Tri Rismaharini MT., Wali Kota Surabaya yang mengapresiasi program yang diluncurkan tersebut.

Mewakili Pemerintah Kota (Pemkot) Surabaya, Risma sapaan Tri Rismaharini siap guna menerima berbagai bentuk kerjasama dengan ITS, terutama terkait program magang maupun rekrutmen pekerja.

Sebab, dari 21.000 Pegawai Negeri Sipil (PNS) di lingkungan Pemkot Surabaya yang direkrutnya dahulu, kini hanya tersisa kurang dari 12.000 pegawai.

“Perbandingannya sekarang 1.885 masyarakat hanya dilayani satu orang PNS. Kita (Pemkot Surabaya, red) sebenarnya butuh pegawai dan teknologi yang menunjang,” terang Risma.

Alumnus S1 Arsitektur ITS ini melanjutkan, agar memiliki kompetensi yang mumpuni, mahasiswa harus memiliki beberapa hal. Di antaranya harus tetap tekun dengan apapun yang dijalani, berani mengambil langkah solutif, serta tetap menghargai orang lain.

“Saya selalu belajar dari siapapun, dari tukang sapu jalanan hingga hewan sekalipun. Seperti bagaimana seekor semut berusaha bertahan hidup dan menyelesaikan masalah yang dihadapinya,” kata Risma.

Sementara itu, Prof Dr Ir Mochamad Ashari MEng., Rektor ITS dalam sambutannya menyampaikan bahwa program internship ini sangat sesuai dengan visi ITS hingga 2025, yakni sebagai Entrepreneurial University.

Dengan visi tersebut, program ini selaras dengan target ITS untuk melahirkan para saintis, ahli, pengusaha, ataupun mencetak produk-produk yang berguna bagi masyarakat luas.

“Dalam visi ITS, terdapat satu kata kunci utama, yaitu inovasi. Ini yang harus dikembangkan agar dapat mencapai kelas dunia dan dapat berkontribusi untuk pembangunan bangsa,” terang Ashari sapaan Prof Dr Ir Mochamad Ashari MEng., Rektor ITS.

Terkait program internship, lanjut Ashari hal tersebut sejalan dengan satu diantara poin dari program Kampus Merdeka yang dikeluarkan oleh Kementerian Pendidikan dan Kebudayaan (Kemendikbud), yakni adanya pemberian hak bagi mahasiswa untuk mengambil pembelajaran di luar kampus selama tiga semester atau sekitar 60 Satuan Kredit Semester (SKS).

“Jadi andaikan mahasiswa magang di sebuah perusahaan tidak perlu mengajukan cuti, tapi nanti akan diekivalensikan dengan SKS pada bidang-bidang studi yang terkait,” papar Ashari.

Senada dengan yang disampaikan Ashari, dikatakan Ari Sutrisno Human Capital General Services (HCGS) and Safety Health Environment (SHE) Director PT PAMA bahwa satu diantara alasan PT PAMA memilih ITS sebagai tempat launching karena kemampuan mahasiswa ITS yang dinilai mumpuni di bidangnya.

Mahasiswa ITS, tambah Ari dinilai memiliki etos kerja yang tinggi dan kemampuan pendekatan ilmiah (scientific approach) yang baik.

“Hal itu dibuktikan saat kami (PT PAMA, red) bekerja sama untuk pengelolaan limbah dengan Departemen Teknik Lingkungan ITS dahulu, dan hasilnya ITS memiliki tingkat loyalitas tertinggi kedua yaitu sebesar 83 persen,” kata Ari.

Sebagai nara sumber atau pembicara terakhir dihadirkan Prof Dr Ir Achmad Jazidie MEng., Guru Besar Teknik Elektro ITS yang menyampaikan bahwa tidak hanya mahasiswa yang harus berkembang, namun perguruan tinggi juga perlu melakukan perkembangan.

Dengan adanya kebijakan serta program-program baru, perguruan tinggi harus dapat menganalisa dan mendesai kurikulum yang sesuai.(tok/iss/rst)

Berita Terkait
Potret NetterSelengkapnya

Penyemprotan Disinfektan di A.Yani

Truk Terguling di Karang Pilang

Biasanya Berjubel, Kini Sunyi

Social Distancing, Ciputra World Sepi

Surabaya
Minggu, 29 Maret 2020
26o
Kurs