Jumat, 17 September 2021

Gresik Gratiskan Rapid Test bagi Peserta UTBK

Laporan oleh Ika Suryani Syarief
Bagikan
Moh Qosim Wakil Bupati Gresik (kaos hitam) saat meninjau pelaksanaan rapid test di salah satu puskesmas di Kabupaten Gresik, Sabtu (4/7/2020). Foto : Antara

Pemerintah Kabupaten Gresik, Jawa Timur menggratiskan biaya tes cepat (rapid test) bagi calon mahasiswa peserta Ujian Tulis Berbasis Komputer (UTBK) yang disyaratkan sejumlah perguruan tinggi dalam Seleksi Bersama Masuk Perguruan Tinggi Negeri (SBMPTN).

Mohammad Qosim Wakil Bupati Gresik di Gresik, Sabtu (4/7/2020), mengatakan kebijakan itu dilakukan melalui Dinas Kesehatan sebagai upaya kehadiran pemerintah di situasi pandemi.

“Dalam kondisi apapun Pemkab Gresik mempunyai komitmen selalu hadir di tengah masyarakat. Termasuk yang kami lakukan saat ini, Pemkab ingin memberikan pelayanan tes cepat bagi para mahasiswa tanpa dipungut biaya alias gratis,” kata Qosim, saat meninjau salah satu lokasi tes cepat di Gresik.

Pelaksanaan tes cepat gratis dilakukan di tiga puskesmas, yakni Puskesmas Sukomulyo, Puskesmas Driyorejo dan Puskesmas Sidayu.

“Saya juga sengaja meninjau puskesmas yang sedang melaksanakan tes cepat untuk memastikan pelaksanaan berjalan lancar. Selain itu, saya juga meminta agar pihak puskesmas memberikan pelayanan yang terbaik bagi para pemohon tes cepat,” tuturnya.

Qosim mengingatkan dengan banyaknya jumlah calon mahasiswa yang ingin mengikuti tes cepat, maka tetap mengedepankan penerapan protokol kesehatan Covid-19.

“Mengingat banyaknya pemohon yang dan mengantisipasi sebaran Covid-19, saya mengingatkan agar tetap menjaga dan menerapkan protokol kesehatan yang sudah diinstruksikan pemerintah,” kata Qosim

Sementara itu, M Khanif Dzulfikar, salah satu calon mahasiswa, mengapresiasi upaya Pemerintah Kabupaten Gresik, karena dirinya merasa sangat terbantu.

“Terima kasih kepada Pemkab Gresik yang sudah membantu kami para calon mahasiswa yang sedang membutuhkan tes cepat sebagai persyaratan mendaftar ke perguruan tinggi,” katanya.

Sebelumnya, Fandi Ahmad Ketua DPRD Gresik mengkritisi tidak adanya upaya Pemkab Gresik membantu calon mahasiswa untuk mengikuti tes cepat setelah dirinya melakukan inspeksi mendadak ke salah satu puskesmas, Jumat (3/7/2020).

Gus Yani, panggilan akrab Fandi Ahmad mengaku prihatin dengan kondisi tersebut. Di sisi lain, ratusan pemuda rela antre demi tes cepat, sedangkan pemerintah tidak hadir di tengah situasi seperti ini.

“Ini menunjukkan bahwa Pemkab Gresik tidak siap dan kurang serius. Kasihan mereka yang mau ikut UTBK besok,” ujar politisi PKB itu.(ant/iss)

Berita Terkait

Potret NetterSelengkapnya

Antre Vaksin di T2 Juanda

Kebakaran Lahan Kosong Darmo Permai

Antrean Vaksinasi di Grand City Surabaya

Surabaya
Jumat, 17 September 2021
26o
Kurs