Selasa, 11 Agustus 2020

Sejumlah Rumah Sakit di Surabaya Beri Diskon Biaya Rapid Test untuk Peserta UTBK

Laporan oleh Agung Hari Baskoro
Bagikan
dr Didi D Dewanto Dirut RS Husada Utama saat diwawancarai pada Jumat (3/7/2020). Foto: Baskoro suarasurabaya.net

Sejumlah rumah sakit di Surabaya memberikan potongan (diskon) biaya rapid test bagi peserta UTBK.

Seperti diketahui, Pemkot Surabaya mewajibkan hasil rapid test non reaktif sebagai syarat mengikuti tes UTBK yang digelar pada 5-14 Juli mendatang di sejumlah kampus Surabaya.

Sejauh ini, Pemkot Surabaya hanya memfasilitasi rapid test gratis bagi peserta Bidik Misi yang berasal dari Kota Surabaya

Pemberian potongan biaya rapid test ini setidaknya terjadi di RS Husada Utama dan RS Adi Husaha Undaan Wetan Surabaya.

dr Didi D Dewanto Dirut RS Husada Utama mengatakan, mereka mengkhususkan biaya rapid hanya Rp175 ribu untuk peserta UTBK. Padahal, biaya rapid test di rumah sakit ini sebesar Rp350 ribu.

“Kalau ditanya kit nya sama? sama. Karena kita hampir tidak ambil keuntungan disini (di program ini). Jadi kita melihat, kebijakan (wajib rapid test untuk peserta UTBK) yang mendadak. Kami ingin membantu masyarakat. Saya dulu juga pernah jadi mahasiswa,” ujarnya pada suarasurabaya.net pada Jumat (3/7/2020).

Ia mengatakan, tidak ada batasan kuota spesifik untuk harga khusus ini. Setidaknya, sekitar 500 an kit rapid test disediakan Jumat hari ini (3/7/2020).

“Kalau ditanya kuota, kami nggak punya, selama stok ada, kami layani. Stok mungkin ada 500an. Kalau lebih ya, stop dulu. Niat kami untuk membantu masyarakat, jangan ditambah susahlah,” katanya.

dr Didi mengaku, pemotongan biaya rapid test ini murni dari pengadaan internal rumah sakit dan bukan subsidi dari Pemkot Surabaya.

“Kalau saya disubsidi pemkot dikasih kit nya, ya gak saya tarik (biaya). Ini murni karena pengadaan sendiri, dengan harga itu, hampir tidak ada untung,” jelasnya.

Sedangkan, di RS Adi Husada Undaan Wetan, biaya rapid test untuk peserta UTBK menjadi Rp200 ribu saja. Dr Sylvia Kepala Unit Pemasaram dan Layanan Pelanggan RS Adi Husada Undaan Wetan mengatakan, harga normal rapid test di rumah sakit ini Rp450 ribu.

Bedanya, di RS ini, biaya khusus ini tidak terbatas pada peserta UTBK. Tetapi juga bisa dinikmati pelajar, mahasiawa, guru, dan dosen yang membutuhkan. Mereka hanya perlu menunjukkan kartu pengenal dan atau kartu ujian UTBK.

Sebagai informasi, puluhan peserta UTBK terpantau mengantre di sejumlah fasilitas kesehatan untuk rapid test sejak Kamis (2/7/2020) dan Jumat pagi (3/7/2020). Pemkot Surabaya hanya memfasilitasi rapid test gratis bagi peserta bidik misi asal Surabaya. Sisanya, harus mengikuti rapid test mandiri di faskes yang ada di Surabaya. (bas/tin/ipg)

Berita Terkait
NOW ON AIR SSFM 100

Hendra Lukas P. Hutagalung

Potret NetterSelengkapnya

Pelangi Sore Hari di Surabaya

Kangen Tanggapan

Unjuk Rasa Aliansi Pekerja Seni Surabaya

Truk Patah As di Gedangan

Surabaya
Selasa, 11 Agustus 2020
27o
Kurs