Jumat, 3 Desember 2021

Henry J Gunawan Meninggal Dunia di Rutan Medaeng, Penyebabnya Masih Diselidiki

Laporan oleh Ika Suryani Syarief
Bagikan
Henry J Gunawan. Foto : Dokumen suarasurabaya.net

Henry Jocosity Gunawan, pengusaha asal Surabaya, meninggal dunia di Rumah Tahanan (Rutan) Kelas 1 Surabaya di Medaeng, Sidoarjo, Jawa Timur, kata pejabat terkait.

Handanu Kepala Rutan Kelas 1 Surabaya menyatakan masih menyelidiki penyebab kematiannya.

“Kami bersama petugas kepolisian masih melakukan pemeriksaan di Rutan Medaeng,” katanya kepada wartawan di Surabaya, seperti dilaporkan Antara, Sabtu (22/8/2020) malam.

Henry semasa hidupnya dikenal sebagai pengusaha “Raja Properti”. Salah satunya membangun The Rich Prada, hotel bintang 5 bertaraf internasional di Bali.

Pernah menjabat Presiden Direktur PT Suryainti Permata dan terkenal kontroversial karena kerap berkonflik secara terbuka dengan berbagai pihak.

Namanya semakin dikenal saat membangun Pasar Turi Baru bersama PT Gala Bumi Perkasa, salah satu perusahaan properti yang didirikannya, setelah pasar grosir terbesar se- Indonesia Timur itu terbakar di tahun 2012.

Kebijakannya usai membangun Pasar Turi Baru pascakebakaran tersebut sampai sekarang masih terus ditentang oleh para pedagang yang tergabung dalam Paguyuban Pasar Turi.

Henry berada di Rutan Medaeng untuk menjalani masa hukuman pidana selama tiga tahun penjara, setelah pada 19 Desember 2019 dinyatakan bersalah oleh Majelis Hakim Pengadilan Negeri Surabaya, dalam perkara pemalsuan akta otentik terkait perjanjian pengakuan utang dan “personal guarantee” dengan PT Graha Nandi Sampoerna sebagai pemberi utang senilai Rp17.325.000, yang disahkan di hadapan notaris Atika Ashibilie SH di Surabaya pada 6 Juli 2010.

Di luar perkara ini, pengusaha yang dikenal dengan julukan Bos Pasar Turi itu telah divonis oleh banyak kasus pidana lainnya. Di antaranya diganjar dua tahun penjara oleh Hakim Pengadilan Tinggi Surabaya dalam perkara penipuan jual beli tanah di Celaket, Malang, Jawa Timur.

Selain itu dijatuhi hukuman 2,5 tahun penjara karena terbukti menipu 12 pedagang Pasar Turi atas pungutan sertifikat “strata title” dan Bea Perolehan Hak atas Tanah dan Bangunan (BPHTB), serta divonis 3 tahun penjara oleh Pengadilan Negeri Surabaya terkait perkara penipuan terhadap tiga kongsinya dalam pembangunan Pasar Turi.(ant/iss)

Berita Terkait

Potret NetterSelengkapnya

Suasana Unjuk Rasa di Depan Taman Pelangi Surabaya

Suasana Unjuk Rasa Menuju Kantor Bupati Gresik

Suasana Unjuk Rasa Melewati Basra

Surabaya
Jumat, 3 Desember 2021
30o
Kurs