Selasa, 11 Mei 2021

Kasus Covid-19 Masih di Atas 50, Surabaya Belum Berani Adakan Sekolah Tatap Muka

Laporan oleh Agustina Suminar
Bagikan
Febriadhitya Prajatara Kabag Humas Pemkot Surabaya. Foto: Abidin suarasurabaya.net

Sekolah tatap muka belum bisa diterapkan di Kota Surabaya karena jumlah kasus Covid-19 yang masih diatas 50 kasus aktif, meski saat ini pertumbuhan kasus Covid-19 di Surabaya terus melandai.

Meski begitu, Pemkot Surabaya terus melakukan persiapan-persiapan, seperti tes swab massal ke guru dan asesmen sekolah, jika nantinya pembelajaran tatap muka sudah bisa diimplementasikan.

Febri Adhitya Prajatara Kabag Humas Pemkot Surabaya mengaku, hingga saat ini Pemkot Surabaya telah melakukan swab massal kepada 14 ribu lebih guru SD dan 7 ribu lebih guru SMP.

Sedangkan dari 21 sekolah baik sekolah negeri maupun swasta yang mengajukan asesmen, hanya 18 sekolah yang memenuhi syarat mengadakan sekolah tatap muka.

Selanjutnya, pemkot juga akan melakukan swab kepada siswa sekaligus orangtuanya di 18 sekolah yang lolos asesmen tersebut, dengan mengutamakan siswa kelas 3 SMP untuk persiapan ujian akhir.

“Menindaklanjuti swab guru, Tim Satgas masih melakukan kajian dan rapat, berkoordinasi untuk mengutamakan siswa di 18 sekolah tersebut diswab. Jika nanti dilakukan swab, maka yang diprioritaskan siswa SMP kelas 9,” kata Febri kepada Radio Suara Surabaya, Sabtu (7/11/2020).

Pemkot Surabaya sendiri berharap agar sekolah tatap muka segera bisa dilakukan, dengan turunnya kasus Covid-19 hingga dibawah 50 kasus.

“Karena angka sudah di bawah 100 kasus, makanya kita tekan terus. Kalau bisa di bawah 50 atau 40. Tapi kalau naik lagi, rebound (melambung/naik), rencana (sekolah) tatap muka bisa tidak terlaksana. Ini lah yang jadi pertimbangan Satgas Covid,” tambahnya.

Febri menyebut, hingga hari ini, kasus Covid-19 di Surabaya masih berjumlah 60-70an kasus, di antaranya 30an Orang Tanpa Gejala (OTG), 20an kasus rawat inap dan sisanya rawat jalan. Puluhan kasus tersebut tersebar di beberapa kelurahan.

Sebelumnya, Tri Rismaharini Wali Kota Surabaya mengatakan, jika kasus Covid-19 tinggal 50 kasus, Surabaya mungkin berani memulai pembelajaran tatap muka.

“Sekarang masih 143 (pasien Covid-19) di seluruh Surabaya yang dalam perawatan. Mungkin nanti kalau tinggal 50 lagi mungkin (dimulai pembelajaran tatap muka)” ujar Risma di SMPN 1 Surabaya, 19 Oktober lalu. (tin/ang)

Berita Terkait

Potret NetterSelengkapnya

Wadungasri Macet

Kecelakaan di Gunungsari

Kecelakaan di Manyar Gresik

Truk Terguling, Solar Menggenangi Jalan

Surabaya
Selasa, 11 Mei 2021
28o
Kurs