Senin, 26 Oktober 2020

Njangkepi Lakon, Besut Rusmini Blusukan Pasar Asem

Laporan oleh J. Totok Sumarno
Bagikan
Rusmini saat tampil di Pasar Asem, tetap mengingatkan masyarakat pakai masker. Foto: Totok suarasurabaya.net

Terus mengingatkan masyarakat patuh protokol kesehatan diantaranya memakai masker di masa pandemi Covid-19, Selasa (11/8/2020) Besut dan Rusmini, njangkepi lakon blusukan pasar Asem, Surabaya.

Tampil awal mengenakan pakaian sosok Rusmini, aksi njangkepi lakon atau melengkapi perjalanan mengingatkan masyarakat pentingnya tetap memakai masker di masa pandemi Covid-19 ini, Meimura memilih aksi kesenian untuk menyampaikan pesan-pesannya.

Sebelumnya, dua pasar tradisional di Kota Surabaya telah didatangi Rusmini dan Besut. Yaitu, Pasar Menur, Pasar Soponyono dan Selasa (11/8/2020) Rusmini dan Besut kembali blusukan mendatangi pasar Asem, di kawasan Simomulyo, Surabaya.

“Mungkin karena seniman harus mempertanggungjawabkan komitmennya, maka pilihan yang kami kerjakan adalah berkesenian. Dan di masa pandemi ini, kami ingin tetap dekat dengan masyarakat, kami ingin bersama-sama masyarakat. Kami mengingatkan masyarakat, agar patuh protokol kesehatan,” terang Meimura.

Kepada pedagang di pasar Asem, Rusmini mengajak mereka memakai masker dengan benar dan tidak sekedar memakai saja. Beberapa pedagang terlihat hanya mencantolkan masker di telinga. Atau jika dipasang penuh maka hanya menutupi bagian dagu sedangkan hidung dan mulut terbuka.

Rusmini langsung mendatangi dan kemudian melontarkan parikan. “Numpak bis nang Kediri, ojok lali naker beras. Saiki sik pandemi, ojok lali tetap nggawe masker supoyo seger waras,” begitu satu diantara parikan yang diucapkan Rusmini. Dan pedagang yang disentil, ikut tersenyum sambil membenahi masker yang dipakainya.

Pada bagian kios lainnya, masih di Pasar Asem, Meimura kemudian mengganti penampilan dandanannya menjadi Besut. Dengan pakaian khas berwarna putih ditambah selendang sampur warna merah, Besut kembali masuk ke dalam pasar Asem. Selain melontarkan parikan dan mendendangkan kidungan sederhana, Meimura juga mempersiapkan masker.

“Mungkin mereka yang tidak pakai masker itu, memang tidak punya masker. Mungkin juga mereka yang pakai masker asal-asalan juga sudah tahu bahayanya sehingga tidak perlu pakai masker. Kami ingin tetap mengingatkan masyarakat luas bahwa pandemi Covid-19 ini belum berakhir. Satu-satunya cara adalah melindungi diri sendiri dan patuh protokol kesehatan adalah keharusan,” tegas Meimura.

Ditanya kapan aksi ngedan blusukan pasar tradisional ini diakhiri, Meimura tegas menyatakan bahwa sampai dirinya merasa bahwa pandemi Covid-19 memang sudah usai. “Kalau belum, kami tetap mencoba ke pasar-pasar mengingatkan masyarakat tentang kondisi yang ada. Ngedan terrrrruuuuuuusssss, njangkepi lakon,” tambah Meimura.

Penampilan Besut dan Rusmini, di Pasar Asem, berbeda dengan penampilan sebelumnya di pasar-pasar lainnya, Selasa (11/8/2020) sejumlah milenial membawa bendera merah putih ikut blusukan menemani. Mereka yang bergabung adalah Aliansi Pelajar Suroboyo.(tok)

Berita Terkait
Potret NetterSelengkapnya

Kemacetan di Bundaran Margomulyo

Macet di Tol Waru arah Satelit

Kecelakaan Truk di Tol Ngawi-Solo

Surabaya
Senin, 26 Oktober 2020
31o
Kurs